Ini Negara yang Dilalui Gerhana Matahari Cincin 10 Juni, Bagaimana Indonesia?
·waktu baca 2 menit

Sejumlah wilayah di dunia diprediksi bakal menyaksikan fenomena alam gerhana matahari cincin, fenomena bulan hampir seluruhnya akan menghalangi matahari, hanya menyisakan cincin api yang terlihat pada Kamis (10/6) mendatang.
Gerhana matahari sendiri terjadi ketika bulan bergeser antara Bumi dan matahari, menghalangi beberapa atau hampir semua cahaya matahari. Selama gerhana annular terjadi, jarak bulan cukup jauh dari Bumi sehingga terlalu kecil untuk menghalangi seluruh matahari. Sebaliknya, ketika bulan meluncur melintasi matahari, tepi luar matahari masih terlihat dari Bumi sebagai annulus atau cincin.
Selain gerhana cincin, beberapa wilayah lain di dunia juga akan menyaksikan gerhana matahari parsial alias sebagian. Gerhana matahari parsial terjadi ketika piringan bulan menutupi hanya sebagian piringan matahari. Sebagian matahari akan tetap terlihat selama gerhana terjadi.
Gerhana matahari cincin kali ini diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih 100 menit, dimulai ketika matahari terbit di Ontario, Kanada, dan bergerak ke utara sampai gerhana tersebar sekitar pukul 08.41 waktu setempat di Greenland (6.41 EDT; 11.41 GMT), dan berakhir saat matahari terbenam di Siberia timur luat.
Fase Cincin api, ketika bulan menutupi 89 persen Matahari, akan berlangsung selama 3 menit 51 detik di setiap titik di sepanjang jalur tersebut.
Gerhana cincin pertama ini akan melintas belahan bumi utara, termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada dan Siberia. Di New York, AS, misalnya, gerhana cincin akan terjadi pada pukul 5.32 EDT.
Wilayah lain seperti Greenland, Irlandia, Eropa, Rusia, negara Asia bagian tengah dan China bagian barat bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian jika cuaca memungkinkan. Di Inggris dan Irlandia, misalnya, 38 persen matahari akan terhalang bulan dan menjadi fenomena gerhana matahari parsial sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Indonesia dipastikan tidak dapat menyaksikan gerhana matahari pertama ini. Tapi untuk kamu yang penasaran, bisa menyaksikannya secara virtual di web Virtual Telescope Project.
Selain itu, karena fenomena kali ini gerhana matahari cincin, orang-orang disarankan tidak melihat gerhana dengan mata telanjang, atau bahkan menggunakan kacamata hitam. Sebagai gantinya, mereka bisa menggunakan kacamata gerhana khusus atau alat bantu lain, seperti kamera dan teleskop.
