Ini Wilayah yang Terancam Tenggelam di Jakarta dan Kota Lain 10 Tahun ke Depan

2 Agustus 2021 8:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kota Jakarta tenggelam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kota Jakarta tenggelam. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Masyarakat dibuat heboh dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyinggung prediksi Jakarta bakal tenggelam 10 tahun ke depan. Proyeksi Biden tersebut berdasarkan dampak perubahan iklim, berupa naiknya permukaan laut dan tanah di Jakarta terus mengalami penurunan atau land subsidence.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Biden tidak jauh berbeda dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA). NASA juga memperingatkan bahwa wilayah Jakarta beserta pulau reklamasi masuk dalam kota pesisir yang terancam tenggelam oleh banyak faktor.
NASA mengungkap meningkatnya permukaan air laut dan pemompaan air tanah secara luas akan menyebabkan wilayah kota akan cepat tenggelam. Menurut beberapa perkiraan, sebanyak 40 persen wilayah kota Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut.
Foto satelit kota Jakarta dari NASA yang diambil tahun 2019. Foto: NASA
Sebenarnya, tidak hanya kota Jakarta saja yang terancam tenggelam dalam waktu kurun 10 tahun lagi. Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB, Heri Andreas, melihat ada banyak potensi besar kota lain juga terancam tenggelam.
Heri mengungkap wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah pesisir Demak memiliki potensi tenggelam. Menurut secara keseluruhan terdapat 112 kabupaten/kota yang mempunyai risiko yang sama.
ADVERTISEMENT
"Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta," jelas Heri yang juga Ketua Laboratorium Geodesi ITB dalam keterangannya, Sabtu (31/7).

Peta sebaran wilayah yang terancam tenggelam di Jakarta dan kota lainnya

Pernyataan Heri juga sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Climate Central, lembaga non-profit independen yang konsen dengan perubahan iklim. Climate Central merancang peta interaktif yang menunjukkan efek kenaikan permukaan laut.
Peta berbasis web tersebut menggunakan model CoastalDEM dengan dataset yang berasal dari radar satelit selama misi NASA pada tahun 2000. Para ilmuwan memakai data tersebut dan memprosesnya dengan machine learning untuk melihat perubahan ketinggian permukaan laut di kota-kota pesisir dunia, termasuk Indonesia.
Peta interaktif Climate Central untuk mengetahui wilayah yang terancam tenggelam. Foto: Climate Central
Untuk melihat peta interaktif bisa mengunjungi coastal.climatecentral.org/map. Peta tersebut memungkinkan pengguna memilih negara mana yang akan terpengaruh oleh peningkatan risiko banjir dan juga pilihan tahunnya, mulai dari 2030.
ADVERTISEMENT
Dalam peta, terlihat beberapa kota-kota pesisir di Indonesia ditandai dengan warna merah, yang artinya lokasi tersebut berada di bawah permukaan air atau terancam tenggelam di tahun yang dipilih, misal 2030.
Peta interaktif Climate Central untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya yang terancam tenggelam. Foto: Climate Central
Data peta memprediksi bagian Jakarta Utara hingga Barat terancam tenggelam. Wilayah itu mencakup Pantai Indah Kapuk, Kota Tua, Ancol, Monas, Kalideres, hingga wilayah Bekasi, Tangerang, dan sekitarnya pun akan terkena dampaknya.
Beberapa lokasi pantai di Banten, seperti Anyer pun akan tenggelam dalam waktu 10 tahun mendatang. Wilayah Jawa lainnya seperti Indramayu, Cirebon, Nusa Kambangan, sebagian wilayah Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga Surabaya juga akan berada di bawah permukaan air.
Peta interaktif Climate Central untuk wilayah pulau Jawa yang terancam tenggelam. Foto: Climate Central
Wilayah luar Jawa lainnya juga cukup mengkhawatirkan mencakup Kuta, Bali, Mataram, dan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat. Daerah merah juga ada di wilayah Kalimantan dan beberapa lokasi pulau Sumatra.
Peta interaktif Climate Central untuk wilayah pulau Sumatra dan Kalimantan yang terancam tenggelam. Foto: Climate Central