kumparan
22 Agustus 2019 17:11

Ini yang Akan Terjadi jika AS dan Rusia Perang Nuklir

Ilustrasi bom nuklir
Ilustrasi bom nuklir. Foto: WikiImages/pixabay
Bisa kamu bayangkan jika suatu saat nanti terjadi perang nuklir antara Amerika Serikat dengan Rusia? Itulah yang coba disimulasikan oleh sekelompok ilmuwan AS baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research: Atmospheres, para ilmuwan itu menjabarkan bahwa perang nuklir tersebut akan menyebabkan “nuclear winter” atau musim dingin panjang selama bertahun-tahun. Sebab, asap kebakaran dan polusi akan menghalangi sinar matahari sampai ke bumi. Efeknya bahkan diklaim tidak akan menghilang selama satu dekade alias 10 tahun.
Berdasarkan laporan Futurism, para peneliti dalam studi tersebut mengungkapkan suhu di seluruh dunia rata-rata akan turun hingga mencapai 9 derajat Celsius. Butuh waktu sekitar tiga tahun untuk memulihkan kondisi cahaya permukaan bumi kembali ke awal seperti sebelum serangan terjadi. Pemulihan itu pun tak sampai separuhnya atau berkisar hanya 40 persen.
Pertemuan Trump dan Putin
Pertemuan Trump dan Putin. Foto: REUTERS/Carlos Barria
Studi tersebut sangat relevan mengingat ketegangan yang terjadi antara AS dengan Rusia belakangan ini. Awal Agustus lalu, AS secara resmi menarik diri dari Perjanjian Nuklir Era Perang Dingin dengan Rusia.
ADVERTISEMENT
AS menuding Rusia telah melanggar perjanjian dengan mengembangkan rudal jenis baru, 9M729. Namun tudingan tersebut langsung dibantah pihak Rusia.
Usai setop perjanjian nuklir dengan Rusia, AS seolah memiliki ruang gerak yang lebih bebas dengan menguji coba rudal jelajah jarak menengah pada Minggu (18/8). Tindakan tersebut membuat pihak Rusia meradang. Melalui Menteri Luar Negerinya, Sergei Ryabkov, AS dituduh telah menyulut ketegangan militer. Sergei melontarkan komentarnya itu dalam sebuah sesi wawancara dengan kantor berita pemerintah Tass, Rusia.
Apabila ketegangan ini tak kunjung mereda, bukan tak mungkin AS dan Rusia bakal saling menghabisi lewat pecahnya perang nuklir. Imbasnya, bukan hanya di kedua negara adidaya tersebut, tetapi akan merembet pula pada hancurnya negara-negara lain di dunia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan