Kumparan Logo

ITB hingga Unpad Kantongi Fasilitas Dana Riset dari BRIN, Ini Daftarnya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Prabowo dan Kepala BRIN Tandatangani MoU Riset dan Inovasi Kemhan, Rabu (2/3/2022). Foto: Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo dan Kepala BRIN Tandatangani MoU Riset dan Inovasi Kemhan, Rabu (2/3/2022). Foto: Kemhan RI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan program Pusat Kolaborasi Riset (PKR) untuk kampus Indonesia dan instansi pusat penelitian yang berada di bawah naungan BRIN. BRIN menerima total enam proposal PKR untuk gelombang 1 tahun 2022.

Beberapa asal instansi pengusul yang proposalnya diterima di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), hingga Universitas Padjajaran (Unpad). Penelitian yang proposalnya diterima akan didanai, dan mendapat akses penuh skema fasilitasi sumber daya manusia (SDM) dan riset yang ada di BRIN.

Berikut daftar penerima PKR gelombang I tahun 2022.

Daftar penerima program Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Gelombang I tahun 2022. Foto: Dok. BRIN

Pusat Kolaborasi Riset adalah wadah kolaborasi pelaksanaan riset dan inovasi bertaraf internasional. PKR memungkinkan peneliti dari bidang berbeda dan dari institusi berbeda berkolaborasi untuk meneliti satu topic spesifik, dan menghasilkan riset yang berkualitas tinggi dan relevan.

"Kolaborasi terfokus pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi dan relevan dengan kebutuhan pengguna iptek."

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan, PKR merupakan skema penguatan kapasitas dan kompetensi riset pada bidang riset spesifik dengan mengoptimalkan SDM yang telah ada di kampus mitra sebagai lokasi PKR dan Pusat Riset (PR) terkait di BRIN. Handoko juga mengatakan bahwa di masa depan akan akan PKR internasional yang berafiliasi dengan global.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, (BRIN), Laksana Tri Handoko. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Total ada enam proposal lolos dari 38 proposal yang mendaftar. Handoko berharap akan semakin banyak peneliti yang mengirim proposalnya untuk mengikuti wadah kolaborasi seperti PKR.

“Akan semakin banyak yang mengajukan proposal yang sangat menarik dan kompetitif, sehingga dapat dipertimbangkan untuk ditetapkan menjadi PKR berikutnya,” ujar Handoko dalam acara Launching dan Walidasi Edisi Pusat Kolaborasi Riset BRIN Batch 1 yang disiarkan online, Jumat (11/3).

Bagi peneliti yang ingin mengirim proposal, dapat mengirimnya ke BRIN kapan saja, tanpa mulai waktu pendaftaran, dan tanpa waktu tutup. Namun seleksi untuk gelombang 2 PKR akan mulai 4 April 2022.