kumparan
4 November 2019 18:58

Kondisi Udara di India Kini Beracun Akibat Dikepung Asap

POTRAIT, Kabut Asap di India
Warga mengenakan masker penutup hidung di tengah kabut asap di New Delhi, India, Senin (4/11/2019). Foto: AFP/PRAKASH SINGH
Persis seperti yang dialami sebagian wilayah Indonesia beberapa bulan lalu, kini India juga sedang dihadapkan pada persoalan udara tercemar akibat kebakaran lahan. The New York Times melaporkan kualitas udara di New Delhi sudah masuk dalam kategori beracun.
ADVERTISEMENT
Penggunaan mobil dibatasi, sejumlah sekolah terpaksa ditutup, dan proyek konstruksi pun harus dihentikan untuk sementara waktu. Pejabat setempat mengungkapkan polusi udara di ibu kota India naik ke titik ekstrem selama akhir pekan. Memasuki Senin (4/11), kabut asap menyelimuti jalan-jalan protokol. Kondisi ini juga berimbas pada penundaan jadwal penerbangan.
Persoalan pelik ini lantas memunculkan ketegangan di kalangan politisi India. Mereka saling melempar tanggung jawab untuk menuntaskan persoalan pencemaran udara yang telah membuat sebagian aktivitas lumpuh di negara tersebut.
Biasanya, saat musim dingin tiba, para petani di India membakar lahan untuk membuka ladang baru. Tak lama setelah itu, kabut asap tebal menyelimuti kawasan New Delhi dan sekitarnya. Polusi udara semakin parah karena kabut asap kemudian bercampur dengan debu konstruksi, emisi kendaraan dan asap dari kembang api selama perayaan Diwali (festival cahaya) berlangsung.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, masyarakat pun harus bertahan hidup dari kepungan asap beracun di langit New Delhi. Kondisi ini telah berlangsung selama berminggu-minggu sehingga meninggalkan dampak kesehatan yang buruk bagi masyarakat. Mereka mengalami batuk dan sakit kepala. Karena jarak pandang yang terbatas, kecelakaan lalu lintas juga tak dapat dihindari.
Kabut Asap di India
Seorang wanita berjalan di tengah kabut asap di New Delhi, India, Senin (4/11/2019). Foto: AFP/Jewel SAMAD
Tahun ini, polusi udara tengah menjadi ancaman serius bagi negara berpenduduk lebih dari 1 miliar jiwa itu. Hal ini mendorong pemerintah untuk menetapkan status India darurat kesehatan pada Jumat (1/11). Dari hasil pengamatan citra satelit NASA, tampak jelas kawasan-kawasan yang diselimuti kabut asap di negara tersebut.
Konsentrasi polusi udara di sejumlah wilayah di India bahkan mengandung partikulat mematikan karena telah mencapai 60 kali ambang batas keamanan global. Hal itu setara dengan polusi yang dihasilkan dari aktivitas merokok lebih dari dua bungkus per hari.
Kabut Asap di India
Kondisi jalanan yang diselimuti kabut asap di New Delhi, India, Senin (4/11/2019). Foto: AFP/Prakash SINGH
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat kini kerap terlihat berkumpul di sekitar penjernih udara. Mereka menutup celah pintu dengan handuk dan berharap hujan akan segera turun.
ADVERTISEMENT
Para pejabat di New Delhi telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi polusi. Pada Senin (4/11) misalnya, mereka mulai menerapkan sistem ganjil genap untuk kendaraan mobil. Namun begitu, indeks kualitas udara tetap berada di kisaran 400 yang berarti masih sangat buruk.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan