Lubang Raksasa Misterius Muncul, Gegerkan Penduduk Kota di Australia
·waktu baca 2 menit

Penduduk kota Robe yang terletak di selatan Australia dibuat terkejut dengan munculnya lubang raksasa pada Kamis (10/6) malam. Munculnya lubang raksasa itu disertai dengan bunyi tanah yang ambruk sehingga mengagetkan penduduk setempat dari tidur nyenyaknya.
Dikutip Live Science, ukuran lubang itu diperkirakan berdiameter sekitar 12 meter atau setengah lapangan tenis. Lubang muncul tiba-tiba di dekat pantai batu kapur di pinggir kota Robe yang biasanya dijadikan tempat wisata.
Orang-orang diimbau untuk menghindari lubang karena dikhawatirkan masih akan runtuh, sehingga diameternya akan terus membesar. Di samping itu, di dasar lubang dipenuhi oleh batuan yang runtuh dari atas dan cukup berbahaya bagi pengunjung pantai.
Kepala Dewan Kota Robe, James Holyman, mengatakan lubang itu muncul diperkirakan hasil dari erosi pantai dan tidak ada tanda-tanda bahwa akan muncul lubang raksasa di daerah itu. Dewan kota telah berusaha menjauhkan orang-orang dari daerah berisiko tersebut di sepanjang garis pantai.
"Tidak ada peringatan ketika hal ini terjadi. Ini cukup dalam dan laut Samudra Selatan cukup bergejolak dengan gelombang besar," katanya.
Menurut Holyman, lubang itu juga terletak dekat dengan gletser bawah laut alami yang dikenal aktif mengeluarkan semburan. Gletser terbentuk saat gelombang laut mengikis gua di sisi tebing, sehingga air meluncur lebih dalam ke tebing dan akhirnya secara vertikal muncul ke permukaan. Terkadang, air menyembur dari atas lubang ini saat pasang.
Holyman mengatakan sementara geyser tidak meledak selama beberapa tahun. Gelombang air laut di daerah itu secara bertahap melemah, membuatnya tidak menyemburkan air lagi. Munculnya lubang misterius ini pun dikaitkan dengan fenomena gletser yang tidak menyemburkan air lagi.
Seorang pakar kelautan di Flinders University, Patrick Hesp, mengatakan lubang ini bisa muncul kapan saja. Pantai batu kapur di kota Robe telah berusia 200.000 tahun dan menghadapi erosi yang cukup besar dari gelombang laut yang air asin serta konstan di tepinya, tetapi mungkin ada faktor lain yang menyebabkannya ambles.
"Hujan deras baru-baru ini dan gelombang laut kemungkinan berkontribusi pada munculnya lubang raksasa," kata Hesp.
Hesp menjelaskan di pantai yang tanahnya berpasir seperti di wilayah kota Robe itu, membuat tim peneliti cukup sulit untuk menemukan tanda atau keretakan yang muncul. Dirinya bersama tim akan menggunakan drone dan memantau perubahan garis pantai di berbagai tempat di Australia.
