Kumparan Logo

Malam ini, Jupiter Terdekat dengan Bumi dalam 59 Tahun, Begini Cara Melihatnya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Planet Jupiter dipotret oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble. Foto: NASA
zoom-in-whitePerbesar
Planet Jupiter dipotret oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble. Foto: NASA

Senin (26/9) malam hingga Selasa (27/9) dini hari nanti, planet Jupiter akan berada di titik terdekatnya dengan bumi sejak 1963. Kejadian ini membuat Jupiter tampil terang melebihi biasanya.

Penampakan indah ini dapat diamati dengan mata telanjang. Jupiter akan terbit dari timur terlihat dari daerah Jabodetabek sekitar pukul 18.30 WIB Senin (26/9). Sepanjang malam hingga matahari terbit esoknya, Selasa (27/9), Jupiter akan menghiasi langit malam dan menjadi objek paling terang di langit.

Tidak perlu menggunakan alat bantu untuk melihat planet gas rakasasa ini, namun direkomendasikan menggunakan teropong atau teleskop untuk menikmati pemandangan Jupiter lebih detail, dan bahkan bisa melihat empat bulannya.

“Dengan teropong yang bagus, pita (setidaknya pita pusat) dan tiga atau empat satelit (bulan) Galilea harusnya bisa terlihat,” kata Adam Kobelski, astrofisikawan penelitian di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Huntsville, Alabama, dikutip dari laman NASA.

“Penting untuk diingat bahwa Galileo mengamati bulan-bulan ini dengan optik abad ke-17. Salah satu kebutuhan utama adalah pemasangan yang stabil untuk sistem apa pun yang Anda gunakan.”

Penyebab kenapa Jupiter dan Bumi tidak selalu dekat, karena bentuk orbit planet di tata surya tidak bulat sempurna. Ketimbang bulat, orbit planet membentuk elips dengan keeksentrikan yang bervariasi.

Orbit elips ini membuat planet punya titik terdekat dengan matahari (perihelion) dan titik terjauh di matahari (aphelion). Ditambah, titik-titik tersebut tidak selalu sama di luar angkasa—relatif terhadap matahari—jika di lihat dari atas. Belum lagi revolusi planet yang berbeda-beda.

Penampakan Jupiter dengan badai besar ditandai titik merah. Foto: ESA/Hubble & NASA

Bumi menyelesaikan satu orbit mengelilingi matahari dalam 1 tahun, sementara Jupiter mengorbit dengan periode 12 tahun. Ini menyebabkan Bumi dan Jupiter bertemu dalam satu garis dari matahari—disebut oposisi—sekali dalam 13 bulan. Namun karena fluktuasi jarak orbit elips, jarak dekat ini pun bervariasi setiap Jupiter dan Bumi ‘ketemu’.

Kali ini, jarak Jupiter dengan Bumi hanya 590 juta km. Titik terdekat ini sama dengan 1963, dan baru akan terjadi lagi tahun 2129.

Direkomendasikan Cari tempat dengan polusi cahaya yang minim, dan hindari bangunan tinggi yang menutup pemandangan.

“Pemandangannya akan bagus untuk beberapa hari sebelum dan sesudah 26 September,” kata Kobelski. “Jadi, manfaatkan cuaca baik di kedua sisi tanggal ini untuk menikmati pemandangan. Di luar Bulan, itu harus menjadi salah satu (jika bukan) objek paling terang di langit malam.”