Mengenal 3 Kasta Rayap dan Laron: Peran dan Kehidupannya

24 Desember 2019 14:29 WIB
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi laron.  Foto: wikimedia,org
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laron. Foto: wikimedia,org
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Musim hujan tiba, waktunya laron kawin dan buat keluarga baru. Ya, musim hujan memang identik dengan kedatangan laron yang kerap mengerumuni lampu. Kedatangannya tak lain untuk mencari pasangan dan membuat koloni baru.
ADVERTISEMENT
Laron datang dari koloni rayap yang sudah dewasa. Satu koloni diisi oleh satu keluarga yang terdiri dari individu yang hidup bersamaan. Mereka juga memiliki sepasang rayap reproduksi primer, atau disebut ratu dan raja. Ada juga rayap produktif atau laron, rayap prajurit atau tentara, dan rayap pekerja.
Menurut Prof. Dr. Syaukani, Guru Besar Bidang Entomologi (Taksonomi Rayap) dari Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, dalam satu koloni laron sebenarnya terdapat banyak kelompok, setidaknya ada 16 kelompok.
“Artinya, mungkin secara awam mereka menyebutnya sebagai kasta, tetapi secara saintifik mereka menyebut 16 kelompok. Cuma kan 16 kelompok itu terlalu rumit. Meski 16 kelompok itu memiliki ciri yang berbeda. Nah, untuk simpelnya, supaya orang mudah dipahami, dibagi lah menjadi tiga kelompok atau kasta,” ujar Syaukani saat dihubungi kumparanSAINS, Minggu (22/12).
ADVERTISEMENT
Setiap kasta serangga ini memiliki peran masing-masing. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait peran dari setiap kasta, mari kita bahas lebih mendalam.
Sarang rayap jenis baru yang ditemukaan di Kalimantan Tengah, Hospitalitermes nigriantennalis. Rayap kasta prajurit mengelililingi dan berjaga di pintu masuk. Foto: dok. Prof. Dr. Syaukani
Kasta pekerja
Rayap kasta pekerja adalah kelompok yang pertama kali dilahirkan oleh sang ratu. Syaukani bilang, dalam sebuah koloni, rayap pekerja sangat dibutuhkan untuk mengurus segala macam kebutuhan ratu, mulai dari makan, membuat sarang, hingga menyediakan tempat bagi koloni dan kasta baru.
“Pertama-tama, namanya juga baru rumah tangga, yang dibutuhkan adalah pekerja. Makanya semua telur yang dihasilkan akan dibentuk jadi kasta pekerja. Karena untuk melayani raja dan ratu ini. Walaupun jumlah telur pertama jumlahnya yang agak sedikit,” ujar Syaukani.
Rayap pekerja ini memiliki peran yang sangat kompleks. Mereka harus memastikan ketersediaan makanan untuk koloninya, termasuk menyuapi rayap dari kasta prajurit, merawat telur-telur, hingga memberikan nutrisi pada rayap reproduktif.
ADVERTISEMENT
Bahkan, jika ketersediaan makanan di dekat sarang tergolong sedikit, kelompok rayap pekerja bisa mencari makan sejauh 7 kilometer. Mereka akan berduyun atau berbaris seperti semut, yang di sisi kiri dan kanannya dikawal oleh rayap dari kasta prajurit.
“Dia kan jauh keluar dari sarang, jadi dia begitu keluar, si prajurit nanti akan keluar juga, menjaga di sampingnya, persis seperti tentara baris. Jadi dia di kanan kiri selalu berjaga-jaga melindungi si pekerja untuk sampai bawa pulang makanan ke sarangnya,” ungkap Syaukani.
Sarang rayap dari Genus Hospitalitermes terletak di tanah yang ditemukan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Foto: dok. Prof. Dr. Syaukani
Rayap pekerja ini tidak memiliki mata. Dia mengandalkan antena dan feromon yang ada di dalam tubuhnya. Dengan sinyal sentuhan dan feromon mereka bisa saling mengerti satu sama lain, termasuk menemukan jalan untuk kembali ke sarang.
ADVERTISEMENT
Rayap pekerja juga adalah serangga yang paling ulung dalam membuat sarang. Bahkan, sarang yang mereka bangun sangatlah sempurna tanpa ada kekurangan sama sekali.
“Mereka bisa atur, saluran udaranya seperti apa, berapa lubang, kapan dibuka, kapan ditutup, kalau hujan seperti apa, kalau musim kering seperti apa, bahkan dia bisa tumbuhkan jamur di sarangnya,” ujarnya.
Kasta prajurit
Berlanjut pada kasta prajurit. Seperti namanya, rayap dari kasta prajurit berperan untuk menjaga sarang dari para predator yang mengancam.
“Perannya cenderung hanya satu, dia hanya menjaga sarang dan para pekerja dari ancaman predator. Tapi mereka juga tidak hanya diam di sarang, terkadang mengikuti rayap pekerja saat mencari makan dengan jarak yang cukup jauh,” papar Syaukani
ADVERTISEMENT
Sama seperti rayap pekerja, mereka tidak memiliki mata alias buta. Baik rayap prajurit dan pekerja juga punya alat reproduksi yang tidak berjalan dengan baik, atau bisa dikatakan mandul.
Biasanya, rayap prajurit memiliki ciri-ciri dengan bentuk kepala yang lebih besar. Pada bagian kepala terdapat moncong seperti tanduk dan di bagian ujungnya akan terlihat seperti meriam.
Yang menarik, menurut Syaukani, ada hal yang masih diperdebatkan oleh para ilmuwan tentang bagaimana diferensiasi kasta dalam koloni rayap. Salah satunya rayap pekerja yang bisa berubah menjadi rayap prajurit. Ini terjadi ketika ancaman di sekitar sarang meningkat.
“Seperti misalnya, dalam sebuah koloni rayap, tiba-tiba sarangnya diserang oleh predator, sehingga terjadi ketidakseimbangan. Walaupun ia sudah menjadi pekerja, kemudian si ratu ingin menarik dia menjadi prajurit, itu bisa. Jadi memang power si ratu ini sangat besar dalam koloni rayap, bahkan bisa mengatur tingkat sel. Dan ini yang masih diteliti para ilmuwan,” katanya.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu, hampir semua serangga sosial tidak mengalami evolusi karena mereka bisa berubah kasta, dan bisa bertahan dari segala macam lingkungan atau cuaca ekstrem sekalipun.
Kasta reproduktif
Rayap kasta reproduktif atau laron adalah rayap bersayap dan satu-satunya kelompok yang bisa menghasilkan keturunan. Laron ini tergolong spesial. Mereka akan diberikan nutrisi terbaik oleh rayap pekerja karena dipersiapkan untuk membuat koloni baru.
Ketika menginjak dewasa, laron akan keluar dari sarangnya dan mencari pasangan untuk kawin. Ini biasanya terjadi ketika musim hujan tiba. Laron akan terbang mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh, serta mencari pasangan hidup.
Mereka yang berhasil mendapatkan pasangan kemudian membuat koloni baru, menjadi calon ratu dan raja. Kendati begitu, dari sekian banyak laron yang terbang, hanya 10 persen saja yang berhasil mendapatkan jodoh. Yang lainnya, mati menjomblo.
ADVERTISEMENT
Meski pernah diperlakukan spesial di koloninya, laron juga memiliki nasib yang tragis ketika tidak mendapatkan jodoh. Mereka akan ditolak kembali ke sarang, bahkan dibunuh oleh rayap-rayap prajurit. Ini artinya, ketika mereka keluar dari sarang untuk mencari pasangan, pertaruhannya hanya dua, kawin atau hidup dalam satu malam saja.
Sedangkan yang bernasib mujur dan mendapat pasangan, mereka akan membuat koloni baru. Bertelur hingga 40.000 telur dalam satu hari, sang ratu tumbuh hingga seukuran botol air mineral, dengan usia mencapai 25 hingga 30 tahun. Hidup bersama pasangannya hingga akhir khayat, tanpa selingkuh.