Kumparan Logo

Mengenal Bom Molotov, Granat Miskin Oknum Pendemo Gedung Bawaslu

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian beraktivitas di dekat gedung Bawaslu yang rusak pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian beraktivitas di dekat gedung Bawaslu yang rusak pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bagian dinding dan jendela Gedung Bawaslu di Jakarta Pusat sempat mengalami kebakaran pada Kamis (23/5) dini hari. Kebakaran terjadi akibat lemparan bom molotov oleh oknum massa yang berdemo.

Untungnya, Gedung Bawaslu tidak mengalami kerusakan parah. Selain itu, tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat pelemparan bom molotov tersebut.

Bom molotov mungkin sudah sering kita lihat. Mulai dari video game sampai tayangan aksi demonstrasi. Anne Marie Helmenstine, ahli ilmu biomedis dari University of Tennesse, menuliskan di ThoughtCo bahwa bom molotov punya banyak julukan. Dari bom petrol, bom alkohol, sampai granatnya orang miskin.

Bentuk bom molotov ini sebenarnya bermacam-macam. Yang paling simpel hanya berupa sebuah botol dengan pembatas berisi cairan mudah terbakar, seperti alkohol atau bensin, dan disumpal dengan sebuah kain basah di bagian leher botolnya.

Pembatas itu memisahkan cairan dengan kain yang dimanfaatkan sebagai sumbu. Untuk menggunakan bom molotov, biasanya bagian kain dibakar dan botol dilempar ke target.

Ketika botol pecah, cairan yang mudah terbakar akan menyebar ke udara. Ketika cairan terkena percikan api, mulailah api membesar dan membakar sampai cairan itu habis.

Sejumlah massa melempar bom molotov ke arah petugas kepolisian saat terjadi bentrokan Aksi 22 Mei di kawasan Slipi Jaya, Jakarta, Rabu (22/5). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sejarah bom molotov

Menurut laporan MIT Technology Review, bom molotov pertama kali digunakan pada 1939. Tepatnya pada Perang Sipil Spanyol.

Bom molotov ini sangat efektif. Dia mudah dibuat dan punya kemampuan mengalahkan tank di tahun-tahun awal bom ini mulai digunakan.

Tank modern saat ini sudah tidak bisa dikalahkan dengan bom molotov. Tapi bom ini bisa merusak sensor dan melemahkan moral prajurit di dalamnya.

Jumlah energi yang ada pada bom molotov biasanya jauh lebih besar dibanding pada dinamit TNT. Sebab, energi setiap volume bensin di dalam bom molotov 15 kali lebih kuat daripada bubuk mesiu. Selain itu, jumlah energi bom molotov juga 10 kali lebih besar dibanding jumlah energi per unit volume dari dinamit TNT.

Seorang pendemo melempar bom molotov. Foto: REUTERS/Christian Veron

Tujuan bom molotov

Bom molotov bertujuan untuk membuat targetnya terbakar. Bom ini sering digunakan para tentara ketika tidak ada senjata konvensional yang tersedia.

Tapi, menurut Helmenstine, kebanyakan pengguna bom molotov saat ini adalah teroris, pendemo, dan pelaku aksi kriminal. Ia mengatakan ada risiko besar bagi para penggunanya. Karena itu, ada beberapa pihak yang kemudian memodifikasi bom molotov.

Seorang pendemo melempar bom molotov. Foto: REUTERS/Christian Veron

Perusahaan bernama The Alko yang memproduksi massal bom molotov, misalnya, telah membuat bom di sebuah botol kaca berukuran 750 mililiter. Alko menggunakan campuran bensin, etanol, dan tar untuk cairan di dalam botol. Kemudian botol itu disegel dan digabungkan dengan sepasang korek khusus.

Ketika akan digunakan, korek dibakar dan botol langsung dilempar. Korek ini dianggap lebih aman dibanding kain. Tar akan membantu mengentalkan campuran cairan di botol. Hal ini membuat cairan lebih menempel pada target dan api yang dihasilkan akan menciptakan banyak asap.

Tentara Polandia juga mengembangkan sebuah modifikasi terhadap bom molotov. Mereka menggunakan campuran asam belerang, gula, dan potasium klorat. Bom molotov yang berisi campuran ini tidak perlu lagi menggunakan sumbu. Bom tersebut bisa langsung mulai terbakar saat pecah.

embed from external kumparan