Kumparan Logo

Mengenal Penyakit Liver yang Diderita Ameer Azzikra Sebelum Meninggal Dunia

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ameer Azzikra. Foto: Instagram/@ameer_azzikra
zoom-in-whitePerbesar
Ameer Azzikra. Foto: Instagram/@ameer_azzikra

Ameer Azzikra, adik Alvin Faiz, dikabar meninggal dunia pada Senin (29/11) dini hari. Ia meninggal di usia 20 tahun akibat penyakit liver.

Sebelum meninggal dunia, Ameer Azzikra sempat dirawat di rumah sakit dan masuk ICU pada Minggu (28/11) malam. Menurut Adit, mantan manajernya, Ameer Azzikra masuk rumah sakit pada Rabu lalu. Saat itu, Ameer dikabarkan mengidap penyakit liver.

"Sebelumnya, di hari Rabu, pertama kali Ameer masuk rumah sakit, itu saya sudah tanya ke istrinya Ameer, 'Kenapa?' begitu, kan. Langsung diinformasikan bahwa Ameer sakit liver," ucap Adit di Pondok Pesantren Azzikra, Bogor, Jawa Barat.

Lantas, apa sebenarnya penyakit liver? Apakah ini masuk ke dalam penyakit bahaya?

Penyakit liver atau hati adalah istilah yang digunakan untuk gangguan pada liver yang menyebabkan organ tak berfungsi dengan normal. Penyakit ini dapat diturunkan dari orang tua ke anak (turunan/genetik).

Dijelaskan dalam mayoclinic, penyakit liver juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari konsumsi alkohol hingga obesitas. Jika dibiarkan, seiring dengan berjalannya waktu kondisi hati yang rusak dapat menyebabkan sirosis, hingga gagal hati dan mengancam jiwa. Namun, penyakit liver bisa segera ditangani jika dilakukan perawatan yang dini.

Ilustrasi Sakit Perut. Foto: Getty Images

Gejala

Penyakit hati tidak melulu menimbulkan gejala bagi penderitanya. Tapi, jika tanda dan gejala berikut ini muncul, maka ada baiknya kamu segera memeriksa diri ke doker. Adapun gejala tersebut adalah:

  • Kulit dan mata tampak kekuningan

  • Sakit perut dan bengkak

  • Bengkak di kaki atau pergelangan kaki

  • Kulit gatal

  • Warna urine gelap

  • Warna tinja pucat

  • Kelelahan

  • Mual dan muntah

  • Kehilangan selera makan

  • Mudah memar

Penyebab

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit liver. Berikut daftarnya:

  • Infeksi

Parasit dan virus bisa menginfeksi hati, menyebabkan peradangan hingga membuat fungsi hati tidak stabil. Virus penyebab kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau air mani, makanan atau air yang terkontaminasi, atau kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Jenis infeksi hati yang paling umum adalah hepatitis, termasuk hepatitis A, B, dan C.

  • Kelainan sistem kekebalan tubuh

Penyakit liver bisa timbulkan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tertentu hingga memengaruhi hati. Contoh penyakit hati autoimun meliputi hepatitis autoimun, kolangitis bilier primer, dan kolangitis sklerosis primer.

  • Genetik

Gen abnormal yang diturunkan dari orang tua ke anak juga dapat menyebabkan berbagai zat menumpuk di hati hingga mengakibatkan kerusakan. Penyakit hati genetik meliputi Hemokromatosis, penyakit Wilson, defisiensi antitripsin alfa-1.

  • Kanker

Kanker juga dapat menyebabkan penyakit liver, termasuk kanker hati, kanker saluran empedu, dan adenoma hati.

  • Faktor lain

Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti konsumsi alkohol berlebih, akumulasi lemak di hati, efek samping obat, senyawa herbal tertentu.

Suasana pemakaman Muhammad Ameer Azzikra di Pondok Pesantren Azzikra Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin, (29/11) Foto: Agus Apriyanto

Komplikasi

Komplikasi penyakit hati bervariasi, tergantung pada penyebab dan masalahnya. Penyakit hati yang tidak diobati dapat berkembang menjadi gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa.

Kapan harus ke dokter

Segera datangi fasilitas kesehatan atau konsultasi dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala penyakit liver. Segera cari pertolongan jika kamu mengalami sakit perut yang sangat parah.

Pencegahan

Penyakit liver bisa dicegah, termasuk kurangi konsumsi minuman beralkohol, pakai kondom saat berhubungan seksual, jika kamu ingin mentato atau tindik pastikan tempatnya bersih dan alat yang digunakan steril, vaksin, hati-hati menggunakan obat-obatan termasuk obat herbal, hindari kontak erat dengan penderita penyakit liver, pilih makanan sehat, dan pertahankan berat badan ideal.