Mengenal Pocho dan Chito: Kisah Pertemanan Unik Buaya dan Manusia
·waktu baca 2 menit

Kisah Pocho si buaya dan sahabat manusianya, Chito, kembali viral dan ramai dibicarakan viral di Twitter. Cerita ini di-posting oleh pengguna Twitter dengan nama akun @DudespostingWs pada Kamis (15/07).
Mudah untuk mengetahui alasan kenapa kisah Pocho dan Chito begitu disukai netizen, karena mereka adalah salah satu yang unik tentang ikatan manusia dengan alam. Itu mengapa kicauan @DudespostingWs mendapat lebih dari 46 ribu like dan dicuit ulang sebanyak lebih dari 5.000 retweet.
Kisah ini berawal dari tepi Sungai Reventazón-Parismina di Siquirres, Kosta Rika, pada 1989. Nelayan lokal Gilberto “Chito” Shedden menyelamatkan seekor buaya yang terbaring sekarat.
Ia telaten merawatnya sampai sembuh dan mengembalikannya ke alam liar. Tapi, Chito malah menemukan buaya itu lagi di halaman rumahnya keesokan paginya.
Selama masa pemulihanya, Chito memastikan bahwa dia diberi makan dengan baik. Chito bahkan memberinya ciuman, mengobrol, dan tidur dengan teman barunya itu, meskipun dia ditembak di mata kirinya oleh seorang peternak sapi lokal yang takut akan memangsa ternak. Hewan predator itu kemudian dinamai Pocho.
“Saya hanya ingin dia merasa bahwa seseorang mencintainya, bahwa tidak semua manusia itu jahat,” kata Chito kepada The Tico Times.
Istrinya bahkan memutuskan untuk meninggalkannya karena Chito menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teman barunya itu. Tapi Chito tampak tidak terpengaruh oleh kepergian istrinya.
“Istri lain yang bisa saya dapatkan. Pocho adalah satu dari sejuta”, katanya. Chito kemudian menikah lagi dan dari pernikahan terbarunya ini dianugrahi seorang putri.
Khawatir bahwa pihak berwenang setempat akan mengambil Pocho, Chito menyembunyikannya di kolam rahasia di dalam hutan terdekat. Tetapi akhirnya ketahuan saat seseorang melihat Chito berenang bersama buaya dan melaporkannya.
Beruntung Kementerian Lingkungan Hidup dan Telekomunikasi Kosta Rika membiarkan duo ini hidup bersama selama mereka bisa memantau Pocho. Dokter hewan dan ahli biologi ditugaskan untuk memberi dia makan 30 kg ayam dan ikan setiap minggu.
10 tahun berikutnya mereka memamerkan persahabatan mereka lewat atraksi kepada turis setiap hari Minggu di kampung halamannya di Siquirres.
Pada Juli 2000, stasiun televisi Channel 7 di Kosta Rika memfilmkan kisah pertemanan Chito dan Pocho yang membuat keduanya menjadi bintang di Chili, Amerika Serikat, dan bahkan di Inggris.
Sayangnya, Pocho meninggal pada 12 Oktober 2011 karena sebab alami. Dia diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dengan panjang sekitar 5 meter. Pemakaman dengan 'gaya manusia' diadakan di mana Chito bernyanyi untuknya sambil memegang 'tangannya'.
Sisa-sisa pengawetan Pocho sekarang dipajang di museum kota Siquirres. Menjelang peringatan 10 tahun kematiannya, Chito saat ini sedang melatih seekor buaya baru bernama Pocho II yang sering dia temui di sungai yang sama di dekat rumahnya.
