Kumparan Logo

Misteri Cap Penyihir di Reruntuhan Gereja Kuno Inggris Abad Pertengahan

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekonstruksi computer-generated imagery (CGI) gereja St. Mary's di Inggris. Foto: HS2 Ltd.
zoom-in-whitePerbesar
Rekonstruksi computer-generated imagery (CGI) gereja St. Mary's di Inggris. Foto: HS2 Ltd.

Seperti tak belajar dari film horor, sebuah perusahaan kereta cepat di Inggris berencana membangun jalur rel di atas reruntuhan gereja kuno dari abad pertengahan. Proyek tersebut pun tak sengaja mengungkap masa lalu kelam dari gereja tersebut yang berhubungan dengan penyihir.

Menurut laporan para arkeolog dari perusahaan kereta cepat High Speed Two Ltd. (HS2), mereka baru saja menemukan tanda penyihir dari reruntuhan gereja abad ke-11 yang akan mereka bangun jalur rel di atasnya. Tanda penyihir ini berbentuk balok batu yang diukir dengan pola melingkar yang aneh.

Penemuan ini dilaporkan langsung oleh tim peneliti di situs resmi perusahaan, Selasa (20/10). Tim peneliti bilang, gereja kuno bernama St. Mary’s ini terletak di sebuah desa bernama Stoke Mandeville, di Buckinghamshire, Inggris.

Batu tanda penyihir tersebut terlihat seperti jari-jari roda dengan lubang dibor ke tengah. “Kemungkinan itu ada di sana untuk menangkal roh jahat”, kata tim peneliti dalam pernyataan resmi mereka.

Tanda penyihir di gereja kuno St. Mary's, Inggris. Foto: HS2 Ltd.

Tanda penyihir ini diukir menjadi dua batu yang berbeda, di mana salah satunya berada di permukaan tanah dan yang lainnya berada di permukaan yang lebih tinggi.

Peneliti bilang, lokasi batu di permukaan tanah dapat ditafsirkan sebagai jam matahari (sun dial). Kemungkinan, batu tersebut digunakan oleh gereja untuk membagi hari menjadi doa pagi, doa tengah hari dan doa malam. Ukiran ini biasanya ditemukan di dekat pintu selatan gereja karena ini adalah posisi yang lebih cocok untuk sun dial, kata peneliti.

“Penemuan seperti tanda yang tidak biasa ini telah membuka diskusi tentang tujuan dan penggunaannya, menawarkan wawasan yang menarik ke masa lalu,” kata Michael Court, arkeolog utama di HS2 Ltd.

Menurut catatan tim peneliti, gereja St. Mary's didirikan sekitar tahun 1070 sebagai kapel pribadi untuk penguasa Stoke Mandeville kala itu. Bangunan gereja diperluas pada 1340-an untuk menampung penduduk desa setempat, sebelum kemudian dihancurkan pada 1860-an ketika sebuah gereja baru muncul di dekat kota.

Tanda penyihir di gereja kuno St. Mary's, Inggris. Foto: HS2 Ltd.

Peneliti bilang, penemuan tanda penyihir di reruntuhan gereja ini mengejutkan. Sebab, meski gereja St. Mary’s sudah diketahui telah dihancurkan, metode dan tingkat pembongkarannya belum tercatat sebelumnya.

Selama penggalian pertama situs tersebut, tim arkeologi HS2 menemukan banyak bagian dari gereja berada dalam kondisi yang sangat baik, dengan dinding yang bertahan hingga ketinggian hampir 5 kaki (1,5 meter) dan lantai utuh.

Menurut perusahaan, para arkeolog mereka berencana untuk membongkar dan menggali gereja St. Mary’s hingga tahun depan. Para arkeolog berharap, mereka dapat menjawab lebih banyak pertanyaan tentang gereja dan arsitekturnya, termasuk menemukan apakah mungkin ada gereja lain di bawah lantai gereja St. Mary’s.

Menurut laporan Live Science, ini bukan kali pertama tanda penyihir ditemukan di reruntuhan kuno di Inggris.

Tanda penyihir serupa telah ditemukan di situs abad pertengahan di seluruh Inggris, termasuk satu set yang ditemukan pada 2019 di Creswell Crags, ngarai batu kapur dan kompleks gua yang telah dihuni sejak zaman es terakhir. Tanda tersebut biasanya diukir di batu di dekat pintu, jendela, dan perapian untuk menjauhkan bangunan dari roh jahat.

Tanda penyihir di gereja kuno St. Mary's, Inggris. Foto: HS2 Ltd.