Kumparan Logo

NASA Pamer Foto Menakjubkan ‘Kota di Balik Awan’

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kota Terbalik di Awan Foto: Mark Hersch/NASA
zoom-in-whitePerbesar
Kota Terbalik di Awan Foto: Mark Hersch/NASA

Sekilas, kamu mungkin berpikir bahwa gambar awan ini adalah potongan gambar dari opening film science-fiction. Tapi kalau diperhatikan baik-baik, itu adalah foto asli hasil jepretan tanpa edit.

Dalam gambar itu, kamu bisa melihat sinar matahari yang menembus gumpalan awan. Menariknya, kamu bisa melihat ada 'kota terbalik' di bawah gumpalan awan tersebut.

Foto itu dijepret oleh seorang fotografer bernama Mark Hersch dan dipublikasi oleh NASA dalam Astronomy Picture of the Day. Dalam penjelasannya, NASA mengatakan bahwa itu adalah penampakan kota Chicago dalam posisi terbalik di awan.

“Bayangan panjang itu diproyeksikan ke dekat Danau Michigan di saat matahari terbenam. Ketika dilihat dari bayangan (yang dipantulkan ke awan), membuat gedung-gedung di sana tampak terbalik,” jelas NASA.

Ilustrasi awan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sang fotografer bilang, foto itu ia ambil saat sedang berada di pesawat. Ia mengambil gambar saat pesawat sedang dalam posisi bersiap untuk landing di Bandara Internasional O’Hare Chicago.

“Matahari bisa dilihat dari atas dan bawa gumpalan awan, hingga bayangan yang tercermin di danau yang tenang,” kata NASA.

NASA menambahkan bahwa kota di balik awan bukan satu-satunya hal menarik yang ada di foto ini. Tapi kalau diperhatikan baik-baik, ada juga penampakan pesawat lain di gambar itu.

“Kamu juga bisa melihat pesawat lain di dalam gambar, seperti ia sedang menuju ke bandara yang sama,” jelas NASA.

Sebelumnya, NASA juga pernah membagikan foto yang tak kalah luar biasa menakjubkannya dibanding foto kota di balik awan. Foto itu menampilkan gambar awan yang disebut NASA seperti ‘urat surga’ di langit Denmark.

Awan Noktilusen Foto: Ruslan Mezlyakov/NASA

Foto itu diambil oleh fotografer Ruslan Mezlyakov saat terjadi fenomena langka di wilayah Nykobing Mors. Hal itu terjadi karena matahari berhasil menembus gumpalan awan yang gelap menghasilkan awan noktilusen atau awan bersinar yang membiaskan cahaya ketika matahari telah tenggelam.

“Dari tepi ruang angkasa, sekitar 80 kilometer di atas permukaan bumi, awan itu sendiri masih memantulkan sinar matahari, meskipun Matahari berada di bawah cakrawala seperti yang terlihat dari tanah,” jelas NASA.