NASA Ungkap Menu Bekal Astronaut Misi Artemis II: 58 Tortilla - 43 Cangkir Kopi
ยทwaktu baca 2 menit

Badan antariksa AS, NASA, memaparkan daftar lengkap makanan yang akan dikonsumsi para astronaut awak misi Artemis II. Selama 10 hari perjalanan mengitari Bulan, empat astronaut akan mengandalkan smoothie, tortilla, kopi, serta puluhan menu siap santap yang dirancang khusus untuk kondisi mikrogravitasi.
Makanan di luar angkasa tidak sekadar soal rasa. Tim nutrisi menyusun menu untuk memaksimalkan asupan kalori dan gizi, sekaligus menekan kebutuhan ruang penyimpanan, waktu persiapan, dan risiko kontaminasi.
Remah kecil dari biskuit saja bisa mengganggu sistem pesawat. Partikel yang melayang bebas berpotensi masuk ke instrumen dan membahayakan misi luar angkasa.
Total 43 cangkir kopi dan 58 tortilla disiapkan untuk menopang fokus awak selama misi. Lima jenis saus pedas tersedia untuk menyesuaikan selera.
Menu utama mencakup salad mangga, brisket sapi panggang, buncis pedas, serta makaroni keju. Olesan seperti sirup maple, selai kacang, mustard, selai buah, dan madu disertakan untuk menambah rasa dan kalori.
"Pada hari misi biasa, tidak termasuk hari peluncuran dan masuk kembali ke atmosfer, para astronaut memiliki jadwal waktu untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Setiap astronaut mendapat jatah dua minuman berperisa per hari, termasuk kopi," jelas NASA dalam pernyataan resmi, Kamis (5/3). "Pilihan minuman terbatas karena adanya batasan muatan angkut, yang membatasi jumlah makanan dan minuman yang dapat dibawa ke dalam wahana."
Tim mempertimbangkan kebutuhan nutrisi sekaligus keterbatasan ruang di wahana Orion. Sekitar dua hingga tiga hari jatah makanan dikemas dalam satu kotak kecil untuk memudahkan distribusi.
Saat fase peluncuran dan pendaratan, astronaut hanya dapat mengonsumsi makanan siap santap tanpa proses tambahan. Pada fase di luar angkasa, mereka menggunakan dispenser air minum Orion untuk menghidrasi makanan kering beku.
NASA juga menyediakan pemanas makanan portabel berbentuk koper untuk menghangatkan hidangan tertentu.
NASA menyebut seluruh makanan disiapkan dalam bentuk siap santap, dapat dihidrasi ulang, distabilisasi panas, atau diiradiasi. Prosedur ini memastikan awak dapat makan dengan aman tanpa mengganggu operasi pesawat.
NASA menargetkan peluncuran Artemis II paling cepat 1 April 2026. Artemis II menjadi misi penerbangan berawak pertama program Artemis yang mengitari Bulan.
