kumparan
7 November 2019 8:04

Pelajar di New Delhi Kembali ke Sekolah Meski Kualitas Udara Tak Sehat

Suasana jalan tol di Delhi, India, yang diselimuti polusi.
Suasana jalan tol di Delhi, India, yang diselimuti polusi udara. Foto: Reuters/Anushree Fadnavis
Sekolah-sekolah di New Delhi, India, sempat ditutup akibat kualitas udara yang buruk. Sekarang, sekolah-sekolah itu telah dibuka kembali, padahal kualitas udara di ibu kota India itu masih dalam kategori tidak sehat. Akibatnya, banyak anak terpaksa masuk sekolah sambil mengenakan masker.
Polusi Udara di India
Sejumlah anak memakai masker saat Delhi, India diselimuti polusi udara. Foto: Reuters/Anushree Fadnavis
Kabar baiknya, kantor prakiraan cuaca India memprediksi bakal turun hujan dengan intensitas sedang selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu (6/11) dan Kamis (7/11). Puncaknya, hujan lebat diperkirakan akan turun akhir pekan ini, tepatnya pada Minggu (10/11). Hujan deras inilah yang nantinya diharapkan mampu mengurangi tingkat polusi, sebab hujan yang turun pada Rabu dan Kamis dianggap tak berpengaruh signifikan untuk meningkatkan kualitas udara di New Delhi.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, kualitas udara di New Delhi telah menunjukkan peningkatan dalam dua hari terakhir. Ini berkat adanya angin kencang yang membantu menerbangkan polutan yang terakumulasi di atmosfer menjauh dari New Delhi.
Meski begitu. indeks kualitas udara yang diukur oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi menunjukkan kualitas udara masih berada pada level "tidak sehat", yakni berada di kisaran angka 177 pada hari Rabu (6/11). Angka itu membaik dari hari sebelumnya yang mencatat angka 331 pada Selasa (5/11) pagi.
Adapun indeks kualitas udara yang masuk dalam kategori berbahaya adalah di kisaran 401. Polusi udara pada tingkat itu dapat secara serius mempengaruhi mereka yang memiliki penyakit pernapasan, dan bahkan mereka yang sehat.
Polusi Udara di India
Sejumlah warga di ibu kota India, Delhi, berjalan saat ibu kota India itu diselimuti polusi. Foto: Reuters/Adnan Abidi
Untuk mengatasi kondisi yang semakin parah akibat pencemaran udara, pemerintah setempat telah mengerahkan segala upaya, termasuk menerapkan sistem ganjil genap pada kendaraan mobil di New Delhi semenjak Senin (4/11). Sedihnya, para politisi India malah berdebat mencari kambing hitam atas masalah polusi ini.
ADVERTISEMENT
Pakar lingkungan menjelaskan bahwa salah satu penyebab buruknya kualitas udara di New Delhi adalah akibat pembakaran sisa panen di daerah Punjab dan Haryana yang berbatasan dengan Delhi. Menurut mereka, sisa pembakaran itu telah membantu menjadikan New Delhi sebagai kota tercemar polusi paling parah di dunia.
Buruknya kualitas udara di New Delhi memicu terjadinya protes. Lebih dari 1.500 orang berkumpul di depan India Gate, sebuah monumen nasional yang terkenal di India, pada Selasa malam (5/11). Para pendemo menuntut agar pemerintah segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah ini.
"Orang-orang marah karena ini merupakan kegagalan kolektif dan para politisi perlu berkumpul untuk menyusun rencana komprehensif untuk mengatasi krisis ini," kata Vimlendu Jha, seorang aktivis lingkungan, kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan