Penderita Gagal Jantung Tidak Boleh Banyak Minum Air, Kenapa?
·waktu baca 3 menit

Gagal jantung merupakan kondisi kesehatan yang menyebabkan jantung penderitanya tidak mampu memompa darah dengan oksigen ke seluruh tubuh. Saat seseorang divonis menderita penyakit jantung, ada aturan tertentu yang harus dijaga demi tetap bisa survive sekaligus menghindari pemburukan kondisi.
Salah satu aturan yang harus dipatuhi penderita gagal jantung adalah pemenuhan jumlah air minum. Ada batasan tertentu bagi mereka dalam mengkonsumsi air minum setiap harinya.
Pentingnya aturan konsumsi air minum
Menurut dr. Siti Elkana Nauli, SpJP-FIHA, Ketua Kelompok Kerja Gagal Jantung sekaligus dokter spesialis kardiologi RSUD Tangerang, aturan konsumsi air minum pada penderita gagal jantung sangat penting. Hal itu berkaitan dengan kondisi jantung yang hanya mampu memompa darah sekitar 1 hingga 2 liter saja. Padahal pada normalnya, jantung bisa memompa hingga 5 liter darah ke seluruh tubuh dalam satu menit.
Kondisi itu tentu mengakibatkan banyak darah yang tersisa di dalam jantung serta paru-paru. Pemberian terapi obat pada penderita gagal jantung umumnya juga berfungsi untuk mengurangi jumlah cairan tubuh yang bisa memberatkan fungsi pompa jantung.
Pemberian obat itu akan mengurangi cairan tubuh dengan mengurangi banyaknya darah dalam tubuh, yang semula sebanyak 5 liter bisa berkurang hingga 3 liter saja. Sehingga tak heran, penderita gagal jantung lebih sering untuk buang air kecil sebagai mekanisme terapi obat itu.
“Inilah kenapa kita kurangi (konsumsi air minum). Jangan sampai jumlah (cairan tubuh) makin banyak, fungsi pompa akan makin menderita,” jelas dr. Nauli dalam webinar secara daring (31/5).
Dokter Nauli menyebutkan penderita gagal jantung disarankan mengkonsumsi 900 hingga 1.200 mililiter dalam waktu 24 jam. Ia mengatakan perlu menjadi perhatian khusus bagi penderita gagal jantung terkait konsumsi air, jangan sampai mereka terlena dengan meminum banyak air dan menyebabkan jumlah cairan tubuh kembali ke kondisi sebelum terapi pengobatan.
Dampak konsumsi berlebih air minum
Konsumsi air minum berlebih yang berdampak pada kelebihan cairan tubuh, menurut dr. Nauli memicu kondisi pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti pada bagian kaki dan perut.
Dampak lain dari kelebihan cairan tubuh, dilansir dari laman University Health Network, dapat menyebabkan sesak napas hingga batuk karena adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Selain itu, penderita gagal jantung dapat mengalami sukar tidur di malam hari.
Mengatasi rasa haus
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh penderita gagal jantung ketika merasa haus, dengan tidak harus meminum banyak air. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa haus.
Berkumur dengan air dan mengeluarkannya kembali, atau bisa menelan air itu dalam jumlah sedikit.
Jaga mulut untuk selalu segar, bisa menggunakan mouthwash.
Makan buah-buahan yang bersifat dingin serta menyegarkan, seperti anggur dan stroberi.
Gunakan air humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
Gunakan gelas dengan ukuran yang jelas (ukuran 200 ml).
Pakailah rumus berikut untuk mempermudah konsumsi air harian. 1 gelas di setiap makan besar (sarapan, makan siang dan makan malam), serta 3 gelas lain meliputi saat bangun tidur, waktu beristirahat siang, dan hendak tidur.
Penyakit gagal jantung bukan menjadi akhir dari hidup seseorang, asalkan ada kemauan untuk patuh terhadap pengobatan dan pengaturan pola hidup.
