Kumparan Logo

Peneliti Selidiki Lebah Pemakan Daging, Begini Wujudnya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebah hering atau lebah nasar sedang memakan daging ayam.  Foto: Quinn McFrederick/UCR
zoom-in-whitePerbesar
Lebah hering atau lebah nasar sedang memakan daging ayam. Foto: Quinn McFrederick/UCR

Jauh di pedalaman Kosta Rika, ada spesies lebah yang tidak biasa. Mereka tidak seperti lebah pada umumnya sebagai hewan vegetarian. Serangga ini karnivora dan memiliki gigi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal mBio mencoba meneliti lebih jauh tentang lebah hering atau lebah nasar (namanya seperti burung pemakan bangkai) di Kosta Rika. Faktanya, lebah hering hampir mirip dengan burung nasar.

Serangga ini berbagi konstituen mikrobioma usus dengan burung pemakan bangkai. Adaptasi tersebut mengungkapkan bagaimana lebah hering telah mengembangkan rasa dan toleransi terhadap bangkai yang membusuk.

Penelitian berjudul “Why did the bee eat the chicken? Symbiont Gain, Loss, and Retention in the Vulture Bee Microbiome” mengumpulkan 159 lebah pemakan serbuk sari, bangkai, atau keduanya. Total ada 17 spesies dari 9 genus yang sebagian besar dikumpulkan dari lapangan La Selva dan Las Cruces di Kosta Rika dengan menggunakan bangkai dan daging ayam sebagai umpan.

Peneliti menyaksikan bagaimana lebah hering berbondong-bondong memakan daging yang dijadikan umpan dan melihat hal yang sangat aneh.

video youtube embed

“Lebah hering adalah lebah yang unik karena dianggap sebagai satu-satunya lebah dunia yang telah berevolusi untuk menggunakan sumber makanan yang tidak diproduksi oleh tanaman,” kata Doug Yanega, entomolog UCR sebagaimana dikutip IFL Science. “Ini merupakan perubahan yang cukup luar biasa dalam kebiasaan makan.”

Dengan begitu, mikrobioma usus lebah hering lebih menonjol ketimbang lebih madu dan lebah tanpa sengat yang perutnya mengandung lima mikroba inti yang sama. Ini telah menjadi mode bagi lebah selama sekitar 80 juta tahun evolusi. Jadi, apakah lebah hering melawan hukum alam?

Membandingkan mikrobioma usus lebah pemakan serbuk sari, pemakan daging, dan omnivora, peneliti menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara diet yang berbeda.

“Mikrobioma lebah hering diperkaya dengan bakteri yang menyukai asam, yang merupakan bakteri baru yang tidak dimiliki kerabat mereka,” kata ahli entomologi UCR, Quinn McFrederick. “Bakteri ini mirip dengan yang ditemukan pada burung nasar yang sebenarnya, serta hyena dan pemakan bangkai lainnya, mungkin untuk membantu melindungi mereka dari patogen yang muncul di bangkai.”

“Meskipun mereka tidak bisa menyengat, mereka tidak semua tidak berdaya, dan banyak spesies benar-benar tidak menyenangkan,” tambah Yanega. “Mereka berkisar dari spesies yang benar-benar tidak berbahaya hingga banyak yang menggigit, hingga beberapa yang menghasilkan sekresi penyebab melepuh di rahang mereka, menyebabkan kulit meletus menjadi luka yang menyakitkan.”