kumparan
2 Oktober 2018 14:48

Peristiwa Langka: Anak Baru Lahir Idap HIV Padahal Ibunya Bukan ODHA

HIV AIDS (Ilustrasi)
HIV AIDS (Ilustrasi) (Foto: Shutter Stock)
Salah satu risiko penyebaran HIV adalah dari ibu ke anak. Hal tersebut dapat terjadi saat proses melahirkan maupun ketika menyusui anak.
ADVERTISEMENT
Namun di Portugal, sebuah peristiwa langka terjadi. Seorang anak berusia empat tahun di sana didiagnosis terinfeksi HIV padahal ibu dari anak tersebut telah dipastikan tidak mengidap HIV alias bukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan besar.
Penyelidikan kriminal sempat dilakukan atas kasus anak ini karena ada kemungkinan ia mengidap HIV setelah menjadi korban pelecehan seksual. Hingga akhirnya, tidak ditemukan tanda-tanda bahwa ia menjadi korban pelecehan seksual.
Dalam laporan medis kasus ini yang telah dipublikasikan di dalam jurnal AIDS Research and Human Retroviruses pada 20 September 2018, asal virus itu pun akhirnya terungkap. Virus tersebut berasal dari ayah si anak.
Peneliti mengumpulkan sampel darah dari ayah dan anak tersebut dan berdasarkan analisis mereka, peneliti mengatakan bahwa ayahnya terinfeksi HIV pada awal 2009 dan tidak lama setelah putranya lahir, ia juga menginfeksi anaknya.
ADVERTISEMENT
Pada saat anaknya lahir, yaitu pada tahun 2009, sang ayah didiagnosis terkena HIV dan pada saat yang bersamaan, ia juga menderita cacar air dan sifilis.
HIV 2
Ilustrasi golongan obat antiretroviral. (Foto: Thinkstock)
Akibat penyakitnya tersebut, ayahnya mengalami luka-luka lecet dan ada cairan yang keluar dari luka lecet tersebut.
Kemungkinan, anak tersebut terinfeksi setelah lahir karena melakukan interaksi dengan ayahnya dan terkena cairan yang keluar dari luka lecet tersebut. Pada saat awal infeksi HIV, jumlah virus akan berada dalam jumlah yang tinggi sehingga cairan kontak dengan cairan tersebut sangat berbahaya.
Dilansir Live Science, Nuno Taveira, profesor peneliti HIV di Research Institute for Medicines University of Lisbon, mengatakan bahwa cairan luka lecet seperti pada kasus ini hanya akan membawa HIV apabila cairan tersebut mengandung darah dalam jumlah banyak.
ADVERTISEMENT
Cairan ini akan menjadi sangat berbahaya selama tahap awal infeksi HIV, apalagi jika infeksi tidak segera diobati.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan