Tekno & Sains
·
16 Oktober 2020 10:07

Potret Haru Harimau Siberia: Peluk Pohon di Ambang Kepunahan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Potret Haru Harimau Siberia: Peluk Pohon di Ambang Kepunahan (25775)
The Embrance. Foto: Sergey Gorshkov/Wildlife Photographer of the Year
Seekor harimau Siberia baru saja mencuri perhatian dunia. Foto dirinya memeluk sebuah pohon dinobatkan menjadi pemenang dalam kontes fotografi prestisius Wildlife Photographer of the Year 2020.
ADVERTISEMENT
Dalam foto tersebut, harimau yang terancam kepunahan itu berdiri di atas kaki belakangnya dengan kaki depan melilit pohon cemara. Wajah sang kucing besar terlihat damai saat memeluk si pohon, di mana saat itu ia sedang menandai pohon dengan aromanya.
Potret haru sang harimau dan pohon diabadikan oleh fotografer Rusia Sergey Gorshkov melalui kamera tersembunyi. Ia menamai foto itu dengan judul 'The Embrance' atau 'Pelukan'.
"Ini adalah pemandangan yang tiada duanya, sekilas unik dari momen intim jauh di dalam hutan magis," kata Roz Kidman Cox, ketua panel juri, dalam pernyataan resmi pada Rabu (14/10).
Dalam keterangan museum, Sergey Gorshkov mengambil foto harimau Siberia ini di Leopard National Park, Rusia. Pria yang juga anggota pendiri Persatuan Fotografer Satwa Liar Rusia itu memasang kamera sensor gerak dan menunggu lebih dari 11 bulan, sebelum akhirnya berhasil mengambil bidikan si harimau dengan lensa Nikon Z7 50mm f/1.8.
ADVERTISEMENT
Pesan kuat yang dihadirkan si kucing besar berhasil membuat fotonya menyisihkan 49.000 momen foto lain yang dikirim ke Wildlife Photographer of the Year, sebuah kontes fotografi alam liar tahunan yang diselenggarakan Natural History Museum di London.
“Poros sinar matahari musim dingin yang rendah menyoroti pohon cemara kuno dan bulu harimau betina besar saat dia menggenggam batang dengan ekstasi yang jelas dan menghirup aroma harimau pada damar, meninggalkan bekasnya sendiri sebagai pesannya," jelas Cox.
"Ini juga kisah yang diceritakan dalam warna dan tekstur indah kembalinya harimau Amur, simbol alam liar Rusia," sambungnya.
Harimau Siberia sendiri adalah subspesies harimau yang punya kisah yang luar biasa di ambang kepunahannya.
Pada akhir 1940-an, perburuan liar telah menghancurkan populasi mereka yang umumnya tersebar di timur Rusia, China, dan Semenanjung Korea. Kala itu, populasi harimau Siberia turun menjadi hanya 20 hingga 30 individu di alam liar.
ADVERTISEMENT
Pada 1947, Rusia menjadi negara pertama yang memberikan perlindungan hukum kepada harimau tersebut. Saat ini, harimau yang juga dikenal dengan nama harimau Amur itu berjumlah 550 ekor di alam liar. Mereka tetap terancam oleh pemburu liar
"(Harimau Siberia) diburu hingga di ambang kepunahan pada abad yang lalu, populasi harimau Amur masih terancam oleh perburuan dan penebangan hingga saat ini," jelas Tim Littlewood, anggota panel juri sekaligus Executive Director of Science di Natural History Museum, pada keterangan yang sama.
"Melalui kekuatan emosi yang unik dari fotografi, kita diingatkan akan keindahan alam dan tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya."
Potret Haru Harimau Siberia: Peluk Pohon di Ambang Kepunahan (25776)
The Fox That Got the Goose. Foto: Liina Heikkinen/Wildlife Photographer of the Year
Selain foto pelukan harimau Siberia dan pohon cemara, Natural History Museum juga menobatkan foto seekor rubah yang diabadikan Liina Heikkinen dari Finlandia sebagai pemenang dalam kategori Young Photographer of the Year.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan foto harimau memeluk pohon, foto rubah dengan judul 'The Fox That Got the Goose' itu menampilkan mood yang lebih mencekam. Foto tersebut mengabadikan momen seekor rubah merah muda (Vulpes vulpes) yang gigih menjaga sisa-sisa potongan tubuh angsa dari lima saudara saingannya di alam liar Finlandia.
"Sebuah drama yang sembunyi-sembunyi dan kegelisahan yang mendesak menghidupkan citra ini, menarik kita ke dalam bingkai," kata Shekar Dattatri, seorang pembuat film satwa liar dan anggota juri, mengomentari foto tersebut. "Fokus tajam pada wajah rubah membawa kita langsung ke tempat aksinya. Momen sejarah alam yang luar biasa ditangkap dengan sempurna."