kumparan
21 Februari 2019 8:09

Presiden Trump Setuju Bentuk Tentara Khusus Luar Angkasa AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat pidato kongres kenegaraan di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat. Foto: REUTERS/Jim Young
Pertengahan 2018 lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan cabang baru dari militer AS, yaitu Angkatan Luar Angkasa alias ‘Space Force’. Rencana ini ia sampaikan pada pertemuan National Space Council di White House pada Juni 2018.
ADVERTISEMENT
Sekarang Trump kembali mendorong rencana itu. Pada Selasa, 19 Februari 2019, Trump menandatangani perintah untuk memulai proses pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS. Pembentukan ini harus memerlukan persetujuan dari Kongres AS.
Menurut rencana, Angkatan Luar Angkasa AS akan berada di bawah Angkatan Udara AS. Hal ini dilakukan untuk menjawab kritik Kongres AS terhadap dampak birokrasi jika Angkatan Luar Angkasa AS berdiri sendiri.
Kongres Amerika Serikat Foto: Wikimedia Commons
Proposal awal yang Trump ajukan adalah Angkatan Luar Angkasa AS akan menjadi cabang baru di militer, setara dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara militer AS. Proposal itu ditentang banyak pihak. Kongres AS dan Pentagon memberi rekomendasi agar satuan baru ini berada di bawah Angkatan Udara AS.
Sementara itu, para pendukung adanya cabang tersendiri dari Angkatan Luar Angkasa AS berpendapat bahwa Angkatan Udara AS tidak memerhatikan pertahanan luar angkasa. Mereka menjelaskan bahwa Rusia dan China sedang mengembangkan senjata anti satelit yang bisa mengancam satelit AS.
ADVERTISEMENT
"Meski pada sejarahnya, sistem luar angkasa Amerika Serikat terus menjaga keunggulan teknologi atas mereka yang berpotensi menjadi musuh, mereka sekarang sedang mengembangkan kemampuan teknologi luar angkasa dan secara aktif mengembangkan cara-cara untuk menghalangi kita menggunakan luar angkasa saat terjadi krisis atau konflik," tulis perintah presiden tersebut, sebagaimana dilansir The New York Times.
Saat menandatangani perintah itu, Trump mengatakan Angkatan Luar Angkasa AS akan tetap dibentuk, meski hubungan dengan negara-negara saingan AS masih dalam keadaan yang baik.
Ilustrasi Tentara AS Foto: Reuters
Menurut laporan The Guardian, estimasi biaya untuk membentuk Angkatan Luar Angkasa AS belum ditentukan saat ditandatangani. Jika rancangan anggarannya ingin masuk ke anggaran AS 2020, maka pihak Trump harus mengirimkan estimasi itu bulan depan.
ADVERTISEMENT
Banyak yang mengkritik pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS karena keberadaannya bisa membuat terjadinya militerisasi luar angkasa dan peningkatan potensi terjadinya konflik di sana.
"Jika pembentukan Angkatan Luar Angkasa membuat adanya insentif bagi negara-negara lain untuk membuat senjata luar angkasa yang bisa meningkatkan potensi terjadinya konflik, maka ini adalah suatu ide yang sangat buruk," papar Laura Grego, peneliti senior di Union of Concerned Scientists, dalam sebuah pernyataan.
"Ada banyak cara yang lebih baik untuk melindungi satelit. Keamanan luar angkasa tidak bisa didapat secara sepihak atau melalui cara-cara militer. Hal itu memerlukan koordinasi dan kooperasi dengan negara-negara lain, yakni melalui diplomasi," imbuh dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan