Kumparan Logo

Pro dan Kontra Menghidupkan Kembali Hewan Punah

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gajah Mammoth. (Foto: Antranias via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gajah Mammoth. (Foto: Antranias via Pixabay)

Rusia berencana untuk menciptakan sebuah pusat penelitian dan laboratorium kloning hewan purbakala di Siberia. Di pusat penelitian tersebut, mereka akan berusaha membawa hewan-hewan purbakala yang sudah punah untuk hidup kembali.

Namun apakah langkah menghidupkan kembali hewan punah perlu dilakukan? Adakah bahaya tersembunyi di balik rencana tersebut?

Menurut sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Nature Ecology & Evolution pada 2017, rencana untuk membawa kembali spesies yang sudah punah dapat mengganggu spesies yang hidup sekarang.

Dalam riset tersebut, jika dana yang tersedia terbatas, maka usaha membawa kembali spesies yang sudah punah memiliki kemungkinan dapat menyebabkan kepunahan pada spesies lain yang ada sekarang.

Sebagai contoh saja, jika Selandia Baru menghidupkan kembali 11 spesies aslinya, maka pemerintahnya akan mengorbankan usaha perlindungan 33 spesies lain yang masih hidup demi 11 spesies yang dihidupkan kembali.

"Bakal ada yang menjadi korban," ujar Joseph Bennett, profesor biologi di Carleton University sekaligus pemimpin riset ini, dilansir Live Science.

"Tanpa adanya peningkatan besar pada anggaran, maka yang terjadi adalah skenario maju satu langkah, mundur dua langkah," tambahnya.

Namun, tidak semua peneliti menyetujui argumen yang disampaikan Bennet.

Ronald Sandler, Direktur Ethics Institute di Northeastern University, memiliki pendapat yang berbeda. Ia mengatakan meski biaya sangat penting bagi usaha perlindungan spesies, tapi ada isu lain yang bisa menjadi argumen untuk menjalankan usaha menghidupkan kembali spesies punah.

"Kita mungkin memiliki suatu spesies yang sangat penting kehadirannya sebagai simbol atau kebudayaan. Dan tentu hal itu bisa menjadi alasan kuat untuk melakukan itu (menghidupkan kembali spesies punah)," kata Sandler.

Kura-kura Darat dari Sulawesi Terancam Punah (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
zoom-in-whitePerbesar
Kura-kura Darat dari Sulawesi Terancam Punah (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Usaha menghidupkan kembali hewan punah

Dalam film 'Jurassic Park', kita bisa melihat bagaimana dinosaurus bisa dihidupkan kembali. Tapi, di dunia nyata sendiri bisa dilakukannya hal ini masih menjadi sebuah misteri. Kalau pun bisa, bakal butuh waktu yang sangat lama.

Sebelumnya, peneliti hanya berhasil menghidupkan kembali spesies Pyrenean ibex atau Capra pyrenaica pyrenaica.

Spesies tersebut adalah kambing yang berasal dari semenanjung Iberia, Spanyol, dan telah punah Pada tahun 2000. Kemudian pada 2009, peneliti melaporkan di jurnal Theriogenology bahwa mereka berhasil mengkloning embrio dari ibex dan menanamnya di rahim dari kambing biasa. Namun bayi betina ibex hanya berhasil hidup selama beberapa menit setelah lahir, dia mati akibat kelainan di paru-parunya.

Ilustrasi Pyrenean ibex yang punah pada tahun 2000. (Foto: Joseph Wolf via wikimedia commons.)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pyrenean ibex yang punah pada tahun 2000. (Foto: Joseph Wolf via wikimedia commons.)

Meski demikian, usaha menghidupkan kembali spesies punah masih dianggap positif oleh para peneliti. Pada 2015, peneliti dari Harvard mengumumkan bahwa mereka menggunakan teknik edit genetik CRISPR untuk menggabungkan gen mammoth dengan gen gajah.

Secara teori, hal tersebut akan menghasilkan sebuah spesies gajah hibrida atau sejenis mammoth berbulu.

Hasil temuan riset

Dalam riset tersebut para peneliti menemukan bahwa dengan membawa kembali spesies punah dan mengurusnya, maka akan membuat banyak spesies lain yang memerlukan perhatian akan terabaikan akibat berkurangnya anggaran.

Peneliti juga mengatakan bahwa masalah ini bisa diatasI jika ada sponsor yang mampu memberikan anggaran untuk mengurus spesies punah yang hidup kembali. Namun mereka menambahkan bahwa jika biaya yang digunakan untuk mengurus spesies yang dihidupkan kembali dialihkan kepada spesies yang hidup maka lebih banyak lagi spesies yang ada bisa diselamatkan.

Giant Panda Betina Hu Chun (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Giant Panda Betina Hu Chun (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Masih belum pasti

Di samping itu, Sandler kembali menegaskan bahwa banyak ketidakpastian riset mengenai argumen tentang menghidupkan kembali suatu spesies akan memberikan kerugian. Sandler berpendapat bahwa analisis biaya dan manfaat tidak memperhitungkan kepentingan etis.

Menanggapi komentar Sandler, Bennet menjawab bahwa ia menghormati argumen dari sudut pandang etis. Tapi ia berpendapat bahwa memperhitungkan nilai praktis jauh lebih penting.

"Jika Anda memiliki 10 juta dolar AS, Anda bisa menghidupkan kembali satu spesies atau Anda bisa menggunakan uang itu untuk menyelamatkan spesies-spesies lain," kata Bennet.

"Harapan utama saya adalah riset ini akan membawa perhatian kepada usaha penyelamatan spesies sebelum mereka benar-benar punah," imbuhnya.