Selandia Baru Pesan Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung Berapi

12 Desember 2019 15:36 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). 
 Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: REUTERS
ADVERTISEMENT
Gunung berapi di White Island atau Pulau Putih, Selandia Baru, meletus tanpa peringatan pada Senin (9/12). Saat kejadian, objek wisata tersohor di Selandia Baru itu sedang ramai dikunjungi turis.
ADVERTISEMENT
Terhitung dari total 47 wisatawan, delapan di antaranya tewas, delapan masih hilang, sementara 27 lainnya tengah menjalani perawatan medis, hingga berita ini ditayangkan.
Saat ini, dokter tengah mencari pasokan kulit manusia untuk para korban selamat yang rata-rata menderita luka bakar di atas 30 persen. Bank kulit setempat tak bisa lagi memenuhi kebutuhan kulit seluas total 120 meter persegi untuk para korban, sehingga otoritas Selandia Baru harus mengimpor dari Amerika Serikat.
Kepulan abu vulkanik dari gunung berapi Selandia Baru di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: INSTAGRAM @ALLESSANDROKAUFFMANN/via REUTERS
“Kami saat ini memiliki persediaan (kulit), tetapi kami sedang mencari pasokan tambahan untuk memenuhi permintaan ganti kulit dan cangkok sementara,” ujar Peter Watson, kepala petugas medis Dewan Kesehatan Kabupaten Manukau, dilansir Live Science.
Ia menambahkan para korban selamat membutuhkan perawatan bedah sesegera mungkin. Luka bakar yang mereka derita diperparah oleh paparan gas beracun, senyawa kimia, dan uap panas mendidih di dekat gunung berapi.
ADVERTISEMENT
Salah satu pasien asal Australia sudah dibawa pulang ke negaranya untuk perawatan lebih lanjut. Adapun bank kulit di Australia juga akan menyediakan donor cangkok kulit untuk menambah stok kiriman dari Amerika Serikat.
Erupsi gunung berapi di White Island terjadi dalam waktu singkat dan impulsif. Foto: Michael Schade via Twitter
Sebagai gambaran, rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 1 hingga 2 meter persegi area permukaan kulit. Ketika kulit mengalami luka bakar, pencangkokan kulit dapat berfungsi sebagai “plester alami” untuk membantu meredam infeksi, mengurangi jaringan parut, dan rasa sakit setelah terbakar.
Kulit dapat disumbangkan setelah pendonornya meninggal dunia dan diawetkan selama beberapa tahun di bank kulit. Biasanya, unit khusus luka bakar sudah memiliki pasokan yang memadai untuk memenuhi permintaan pencangkokan reguler. Namun letusan White Island di Selandia Baru telah menghabiskan seluruh stok kulit yang ada.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, proses pencangkokan kulit biasanya berlangsung beberapa minggu, namun seringkali ada cangkokan tambahan yang diperlukan. Bagi beberapa pasien, proses penyembuhan setelah cangkok kulit bisa berlangsung seumur hidup.
“Kami mendefinisikan perawatan luka bakar bukan sebagai perlombaan lari 100 meter melainkan lari maraton berkali-kali,” ujar Jorge Leon-Villapalos, seorang ahli bedah plastik dan spesialis luka bakar di Chelsea dan Rumah Sakit Westminster di London, seperti dikutip BBC.
“Pasien dengan luka bakar serius adalah pasien seumur hidup.”