Kumparan Logo

Studi: Kantong Teh Celup Bisa Sumbang Miliaran Mikroplastik ke Minuman

kumparanSAINSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Teh Celup Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Teh Celup Foto: Pixabay

Kita mungkin telah mengkonsumsi lebih banyak mikroplastik daripada yang kita sadari, dengan dampak risiko pada kesehatan. Pasalnya, para ilmuwan menemukan, satu kantong teh celup kemasan dapat melepaskan miliaran partikel plastik kecil ke dalam minuman hasil seduhannya.

Tim peneliti menulis hasil risetnya dalam jurnal Environmental Science and Technology. Studinya ini diterbitkan pada 25 September 2019.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan mengambil empat jenis teh celup yang biasa dijual di pasar atau toko di Kanada. Mereka kemudian mengeluarkan teh dari kantong plastiknya, membilas kemasan itu secara menyeluruh, lalu menenggelamkan kantong tersebut ke dalam air panas yang memiliki suhu sekitar 95 derajat celcius.

Setelah itu, mereka memeriksa airnya dan mencari tahu apakah air telah terkontaminasi oleh serpihan kecil plastik atau tidak. Hasilnya, tim peneliti menemukan sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik di dalam air tersebut.

Ilustrasi teh celup Foto: Pixabay

Mikroplastik pada umumnya memiliki ukuran mulai dari 100 nanometer (nm) hingga sekitar 0,2 inci, sedangkan nanoplastik berukuran 100 nm atau kurang. Ukurannya itu 1.000 kali lebih kecil dari rambut manusia.

Belum diketahui apakah partikel plastik itu bisa membahayakan manusia atau tidak. Namun, tatkala peneliti mengujinya pada kutu air, mereka menemukan bahwa partikel mikroplastik itu tidak membunuh serangga tersebut, namun telah mengubah perilaku kutu dan memicu masalah pada perkembangannya.

“Saya sedang duduk di sebuah toko menikmati secangkir teh, saat itu saya melihat ke dalam cangkir teh yang saya minum, dan tampak kantong teh terbuat dari plastik. Saya langsung bertanya pada diri saya sendiri, apakah teh celup itu bisa melepaskan partikel plastik ke dalam air yang saya minum,” ujar Nathalie Tufenkji, salah satu anggota tim peneliti dari McGill University di Kanada, kepada Newsweek.

Menurut Tufenkji, pada studi sebelumnya, mikroplastik telah ditemukan di dalam garam dapur, ikan, serta air kemasan maupun keran. Garam dapur, misalnya, rata-rata mengandung sekitar 0,005 mikrogram plastik per gram. “Lalu, kita melihat bahwa secangkir teh mengandung ribuan kali lebih besar, atau sekitar 16 mikrogram plastik per cangkir teh,” katanya.

Ilustrasi teh celup Foto: Pixabay

Sementara penulis utama riset, Laura Hernandez yang juga berasal McGill University, mengaku juga terkejut dengan penemuan ini. Ia tak menyangka bahwa kantong teh celup yang terbuat dari plastik juga punya kandungan partikel mikroplastik yang dilepas ke dalam minuman teh hasil seduhan.

"Kami menemukan bahwa miliaran partikel telah dilepaskan dari teh celup, sedangkan hanya ribuan partikel saja yang dilepaskan dari makanan dan minuman lain, seperti air kemasan," ucapnya.

"Studi ini menunjukkan bahwa beberapa makanan atau minuman dapat mengandung sejumlah besar mikroplastik. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak mikroplastik dan nanoplastik pada kesehatan manusia jika sampai dikonsumsi.”

embed from external kumparan

Sementara itu, Malcolm Hudson, ilmuwan dari University of Southampton yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini mengatakan, riset lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Ia juga mengkritisi angka-angka mikroplastik yang dihasilkan, yang dinilainya terlalu kasar.

Hudson juga menambahkan, jumlah sampel yang dilakukan terbilang sedikit. Hasil studi ini bakal lebih berbobot, jika penelitiannya melibatkan lebih banyak kantong teh celup.