Kumparan Logo

Super Langka, Jupiter dan Saturnus Akan 'Bersentuhan' Hiasi Langit Malam

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi planet Saturnus. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi planet Saturnus. Foto: Pixabay.

Planet Jupiter dan Saturnus akan berbaris sempurna di langit malam pada bulan depan. Kedua planet bakal saling mendekati pada 21 Desember 2020, sehingga mereka seolah-olah akan bersentuhan.

Fenomena alam tersebut bisa dibilang super langka. Terakhir kali Jupiter dan Saturnus terlihat sedekat ini dari sudut pandang Bumi terjadi hampir 800 tahun yang lalu, tepatnya pada 4 Maret 1226.

"Kesejajaran antara dua planet ini agak jarang, terjadi sekali setiap 20 tahun atau lebih, tetapi konjungsi ini sangat jarang terjadi karena seberapa dekat planet akan tampak satu sama lain," kata astronom Universitas Rice, Patrick Hartigan dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

"Anda harus pergi jauh-jauh sebelum fajar pada 4 Maret 1226, untuk melihat kesejajaran yang lebih dekat antara objek-objek ini yang terlihat di langit malam."

Peristiwa astronomi di mana benda-benda langit sejajar disebut konjungsi. Karena konjungsi ini melibatkan dua raksasa gas terbesar di tata surya kita, ini dikenal sebagai konjungsi besar.

Ilustrasi Jupiter dan Saturnus akan muncul dalam teleskop pada 21 Desember 2020 saat mereka saling mendekat di langit. Foto: Patrick Hartigan/Rice University

Pendekatan kedua planet tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak musim panas. Saat mencapai puncaknya, antara 16 Desember 2020 dan Hari Natal, mereka akan terpisah kurang dari lebar bulan purnama yang terlihat di Bumi.

Tentu saja, sebenarnya Jupiter dan Saturnus memiliki jarak yang lebih jauh dari itu. Mereka akan berjarak empat kali jarak antara Bumi dan Matahari ketika konjungsi mereka terjadi. Tapi, bagi mata telanjang di Bumi, mereka akan terlihat seperti satu titik cahaya terang. Jupiter dan Saturnus akan terlihat seperti planet ganda.

Jika kamu mengintip melalui teleskop kecil di tanggal 21 Desember 2020, Jupiter dan Saturnus akan muncul di bidang pandang yang sama, bersama dengan beberapa bulannya.

"Kondisi pengamatan paling baik di dekat khatulistiwa, meski di mana pun Anda berada, mungkin ada sekitar satu jam untuk mengamati hubungan ini sebelum planet tenggelam ke dalam kabut," jelas Hartigan.

Ilustrasi melihat fenomena astronomi lewat teleskop. Foto: REUTERS / Willy Kurniawan

Hartigan menambahkan, kamu bisa mengamati konjungsi Jupiter dan Saturnus ketika satu jam setelah matahari terbenam. Kamu perlu mengarahkan teleskop kamu ke lokasi Jupiter dan Saturnus. Situs web seperti Stellarium dapat membantu kamu mengarahkan teleskop ke titik pertemuan planet itu.

Lalu, kalau ternyata lokasi kamu melihat peristiwa super langka ini mendung sehingga mengganggu pemandangan, kamu tidak perlu khawatir ketinggalan. Hartigan menjelaskan, konjungsi ini merupakan peristiwa yang akan berlangsung dari tanggal 17 hingga 25 Desember 2020.

Adapun tanggal 21 Desember 2020 sendiri tepat saat kedua planet tersebut akan menjadi yang terdekat di langit Bumi.

Bagi siapa pun yang melewatkan fenomena langka astronomi ini, akan ada kesempatan lagi untuk melihat pemandangan di tahun 2080. Setelah itu, tidak akan ada kesempatan lagi menonton konjungsi super dekat Jupiter dan Saturnus hingga tahun 2400.

Ilustrasi planet Jupiter. Foto: CC0 Public Domain