kumparan
14 Jan 2019 20:06 WIB

Tahun Ini, China Akan Kumpulkan Sampel dari Bulan

Permukaan sisi jauh bulan yang misterius (Foto: China National Space Administration (CNSA) )
China sedang berambisi untuk menjadi negara terdepan dalam penjelajahan luar angkasa. Setelah sukses mendaratkan pesawat luar angkasa tanpa awak di sisi jauh Bulan, China kemudian juga menjadi negara pertama yang mengirim foto dari permukaan sisi jauh Bulan.
ADVERTISEMENT
Tidak berhenti sampai situ, pada tahun 2019 ini China berencana untuk mengirimkan pesawat tanpa awak lain ke Bulan untuk mengambil sampel dari Bulan. Pernyataan resmi dari China mengatakan pada Senin (14/1) bahwa China akan mengirimkan pesawat tersebut akhir tahun 2019 ini.
China berhasil mengirimkan pesawatnya, Chang’e-4, pada 3 Januari 2019 ke sisi jauh Bulan. Sisi jauh Bulan adalah sisi yang tidak terlihat dari Bumi. Menurut National Space Administration China, hal tersebut merupakan tahapan pertama untuk ‘menyingkap misteri’ sisi jauh Bulan dan mengatakan hal ini sebagai pencapaian besar.
Chang’e-4 memiliki tugas untuk melakukan observasi astronomis, mulai dari melakukan survei pada permukaan Bulan dan kandungan mineralnya, hingga mengukur radiasi neutron dan atom netral untuk mempelajari sisi jauh Bulan.
Batu Bulan The Moon Puzzle (Foto: RR Auction)
Sementara itu, pesawat terbaru yang rencananya dikirimkan akhir tahun ini akan diberi nama Chang’e-5. Pesawat itu akan memiliki tugas untuk mengumpulkan sampel dari sisi dekat Bulan. Sisi dekat Bulan adalah sisi Bulan yang dapat dilihat dari Bumi.
ADVERTISEMENT
Wu Yanhua, kepala deputi dari administrasi luar angkasa mengatakan, setelah mengirimkan Chang’e-5 ke Bulan pada akhir 2019, mereka akan mengirimkan pesawat lainnya ke Mars pada 2020.
Gambar sisi terjauh bulan yang diambil oleh rover Yutu-2 atau Jade Rabbit. (Foto: China National Space Administration/CNS via Reuters)
Berbagai penelitian terhadap permukaan Bulan merupakan bagian dari upaya untuk membangun bangunan yang kelak bisa menjadi pangkalan ataupun stasiun peneliti di permukaan Bulan. China berencana akan menguji beberapa teknologi seperti 3D printing atau penggunaan tanah di Bulan untuk pembangunan.
"China, Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Eropa, tengah mengeksplorasi apakah kita dapat membangun pangkalan atau stasiun penelitian di Bulan," kata Wu dilansir Reuters.
Bagi China, proyek menjelajahi Bulan saat ini telah menjadi prioritas utama. China ingin menyusul Amerika Serikat dan Rusia untuk menjadi yang terdepan dalam penjelajahan luar angkasa di 2030. Bahkan, China juga berencana untuk memulai pembangun stasiun luar angkasanya tahun depan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan