Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Tiba-tiba Roboh, Ada Apa?

2 Desember 2020 14:15
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Tiba-tiba Roboh, Ada Apa? (549233)
searchPerbesar
Puing-puing runtuhan teleskop Arecibo. Foto: National Science Foundation via Twitter
Salah satu teleskop radio terbesar di dunia untuk memburu alien dan objek luar angkasa roboh pada Selasa (1/12). Teleskop yang dimiliki Obsevatorium Arecibo di Puerto Rico itu, jatuh setelah platform penerimanya seberat 900 ton runtuh ke piringan reflektor yang berada lebih dari 137 meter di bawahnya.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan National Science Foundation (NSF) di Twitter, tak ada korban dari insiden runtuhnya teleskop Arecibo tadi malam. Agensi ilmiah asal AS tersebut juga mengatakan, saat ini para petugas sedang menginvestigasi insiden runtuhnya teleskop itu.
Teleskop Observatorium Arecibo sendiri adalah salah satu teleskop yang terbesar di dunia. Teleskop itu, yang punya panjang 305 meter, adalah alat utama bagi astronom radio selama 57 tahun terakhir. Ia juga terkenal sebagai latar belakang untuk sebuah adegan dalam film James Bond GoldenEye dan film-film Hollywood lainnya.
Insiden runtuhnya teleskop Arecibo terjadi hanya beberapa minggu setelah para pejabat memutuskan agar teleskop itu dibongkar. Salah satu alasannya ialah karena masalah keamanan. Obsevatorium Aceribo sebelumnya memang sempat mengalami kerusakan pada sistem pendukungnya.
ADVERTISEMENT
Agustus lalu misalnya. Sebuah kabel tambahan di salah satu menara observatorium Arecibo terlepas dari soketnya. Insiden ini menyebabkan adanya celah selebar 100 kaki di piringan reflektornya yang selebar 1.000 kaki.
Para insinyur lalu menginvestigasi dan memperbaiki kerusakan. Upaya yang sama juga dilakukan kedua kalinya pada 6 November lalu. Setelah kejadian, para insinyur mencoba mengecek seluruh kabel penopang yang tersisa. Di luar dugaan, mereka menemukan kerusakan baru serta selip dari beberapa soket di menara.
Menurut laporan CNN, beberapa perusahaan teknik yang memeriksa itu memperkirakan teleskop bakal runtuh karena kondisinya yang sangat rawan.
Kerusakan teleskop sebenarnya bisa diperbaiki, namun perbaikan itu berisiko besar terhadap para staf dan tim konstruksi. Akhirnya NSF memutuskan untuk menonaktifkan dan membongkar teleskop yang telah berdiri 57 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Ketika pembongkaran sedang berlangsung, ternyata perkiraan para insinyur jadi realita. Teleskop ikonik itu roboh. Kondisi ini mengejutkan banyak ilmuwan yang mengandalkan alat ini.
Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Tiba-tiba Roboh, Ada Apa? (549234)
searchPerbesar
Teleskop terbesar di dunia, Arecibo Observatory. Foto: commons.wikimedia.org
"Sungguh kerugian yang sangat besar, ”kata Carmen Pantoja, astronom dan profesor di Universitas Puerto Rico yang menggunakan teleskop untuk gelar doktornya, kepada Associated Press. “Ia adalah bagian dari hidup saya."
Senada dengan Pantoja, kesedihan serupa juga dirasakan Jonathan Friedman, yang bekerja selama 26 tahun sebagai peneliti senior di observatorium dan masih tinggal di dekatnya. Kepada Associated Press, Friedman pun menceritakan situasi saat teleskop itu runtuh.
"Kedengarannya seperti gemuruh. Saya tahu persis apa itu," katanya. "Aku berteriak. Secara pribadi, aku lepas kendali. Aku tidak punya kata-kata untuk mengungkapkannya. Perasaan itu sangat dalam dan mengerikan."
ADVERTISEMENT

Teleskop penting

Sumbangsih teleskop Arecibo memang sangat besar bagi penemuan astronomi selama lebih dari setengah abad terakhir. Ia memainkan peran kunci dalam menemukan planet pertama di luar tata surya kita dan telah membantu para astronom mengidentifikasi asteroid yang berpotensi berbahaya dalam perjalanan ke Bumi.
Pengamatan yang dilakukan oleh teleskop membantu menemukan pulsar biner pertama pada tahun 1974, penemuan yang dianugerahi Nobel Fisika 1993. Ia pun mendukung misi Viking dari NASA, yang menghasilkan peta radar pertama permukaan Venus dan melihat eksoplanet pertama pada tahun 1992.
Selain itu, teleskop ini juga berkontribusi sangat besar dalam pencarian kecerdasan luar angkasa atau disebut Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI). Hingga akhir hayatnya, eksperimen SETI tetap menjadi proyek utama teleskop itu di observatorium.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, teleskop Arecibo berhasil mendeteksi molekul organik di galaksi yang jauh dan menemukan fast radio burst yang pertama yang berulang.
Dengan runtuhnya teleskop Arecibo, para ilmuwan khawatir tentang proyek yang sedang berlangsung menggunakan teleskop itu, menurut laporan CNN. Mereka juga mempertanyakan apa dampak bagi deteksi objek luar angkasa di masa depan, terutama asteroid yang mendekati Bumi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020