kumparan
search-gray
Tekno & Sains6 Januari 2018 14:19

Terumbu Karang Mungkin akan Hilang Selamanya dari Bumi

Konten Redaksi kumparan
Terumbu Karang Pulau Kri
Terumbu karang rusak akibat tergesek kapal. (Foto: Facebook: Norm Van't Hoff)
Terumbu karang adalah salah satu organisme paling cantik dan paling sensitif yang hidup di muka bumi. Saking sensitifnya, jumlah organisme ini tampaknya akan semakin berkurang karena meningkatnya suhu di lautan akibat pemanasan global.
ADVERTISEMENT
Dilansir Huffington Post, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science, tim peneliti menemukan matinya terumbu karang di daerah tropis semakin sering terjadi pada tahun-tahun belakangan ini.
Mereka menganalisis data kecepatan pemutihan terumbu karang di daerah tropis dalam empat dekade terakhir. Mereka menemukan kejadian pemutihan terumbu karang ternyata sering terjadi ketika air laut telah berubah jadi terlalu hangat. Suhu yang terlalu hangat ini sulit membuat terumbu karang tetap sehat.
Pada tahun 1980-an, pemutihan terumbu karang terjadi hanya sekali dalam 25 hingga 30 tahun. Tetapi setelah tahun 2010, pemutihan terumbu karang terjadi setiap enam tahun sekali.
"Sebelum tahun 1980-an, kejadian pemutihan terumbu karang tidak dikenal, bahkan saat badai besar El Nino (badai yang biasanya terjadi saat musim panas). Tetapi sekarang kematian massal terumbu karang telah menjadi suatu hal yang normal, hal ini karena suhu temperatur dunia yang juga naik," kata Terry Hughes, pemimpin studi ini yang juga direktur ARC Center of Exellence for Coral Reef Studies Australia.
ADVERTISEMENT
Salah satu kejadian yang mengejutkan banyak peneliti adalah matinya dua pertiga terumbu karang di Great Barrier Reef Australia pada 2016 lalu.
com-Great Barrier Reef
com-Great Barrier Reef (Foto: Thinkstock)
Memang ada beberapa terumbu karang yang mampu memulihkan dirinya sendiri dari pemutihan. Tetapi mereka memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun dan itu dapat terjadi jika suhu lautan kembali normal.
Dalam studi tersebut, para peneliti juga menjelaskan kejadian pemulihan alami itu sangat sulit terjadi, apalagi dengan peningkatan suhu dunia yang sangat cepat seperti sekarang.
"Iklim telah menghangat dengan sangat cepat dalam 50 tahun terakhir, ini membuat El Nino yang jadi berbahaya bagi terumbu karang, dan sekarang kita melihat adanya pemutihan (terumbu karang) setiap musim panas," kata Mark Eakin, anggota tim studi yang juga peneliti terumbu karang di U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
ADVERTISEMENT
"Analisis kami mengindikasikan kita telah mendekati skenario di mana setiap musim panas, dengan atau tanpa kejadian El Nino, memiliki potensi untuk membuat pemutihan dan kematian (terumbu karang) dalam skala regional," jelas tim studi tersebut.
Mereka juga menjelaskan, masa depan terumbu karang dan manusia akan sangat bergantung pada arah kebijakan terhadap emisi global. Mereka mendesak segera dilakukannya tindakan global untuk mengatasi perubahan iklim ini.
Jika perubahan iklim ini tak segera diatasi dan suhu di lautan tetaplah terlalu hangat bagi terumbu karang, satu persatu terumbu karang dunia akan mengalami pemutihan dan mati. Maka pada akhirnya, seluruh terumbu karang pun akan hilang dari muka bumi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white