kumparan
5 Mar 2019 12:12 WIB

Tindik Hidung Bikin Seorang Perempuan Muda Jadi Lumpuh

Ilustrasi perempuan dengan tindikan di hidung. Foto: StockSnap via Pixabay.
Seorang perempuan berusia 21 tahun mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut perempuan itu alami setelah ia memasang tindikan di hidungnya.
ADVERTISEMENT
Perempuan muda bernama Layane Dias itu mengatakan bahwa beberapa minggu sebelum lumpuh, ia merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Rasa sakit itu diikuti mati rasa di kedua kakinya.
Bermula dari rasa sakit dan mati rasa di kakinya, pada akhirnya perempuan asal Brasil itu tak lagi bisa merasakan setengah lebih bagian bawah tubuhnya. Mulai dari dada hingga bagian kakinya jadi mati rasa.
Oleh dokter, Dias didiagnosis terkena infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus. Bakteri itu biasa ditemukan di saluran hidung. Para dokter menduga bakteri tersebut masuk ke tubuh Dias melalui tindikan di hidungnya, yang ia dapat pada Juni 2018.
Dias mengatakan kepada BBC bahwa pada pertengahan Juli 2018, simtom sakit mulai muncul pada tubuhnya. Ujung hidungnya memerah dan ia mengalami demam tinggi.
Ilustrasi perempuan dengan tindikan di hidung. Foto: Matheus Natan via Pexels.
Tubuh Dias sangat lemah hingga ibunya harus membantunya mandi. Semakin hari kondisinya makin buruk. Bahkan Dias terpaksa harus menggunakan kateter karena ia tak bisa mengontrol kandung kemihnya.
ADVERTISEMENT
Para dokter awalnya ragu untuk mendiagnosis kondisi Dias. Mereka menduga Dias menderita satu di antara dua kemungkinan, yaitu kanker atau sindrom Guillain-Barre.
Dari hasil tes, para dokter menemukan bahwa Dias mengalami infeksi darah. Sementara hasil CT scan menunjukkan bahwa ada nanah yang menekan tiga bagian tulang belakangnya.
Oswaldo Ribeiro Marquez, ahli bedah yang menangani kasus Dias, mengatakan kepada BBC bahwa ini pertama kalinya ia melihat kasus seperti ini. Menurutnya, besar kemungkinan tindikan adalah penyebab utama infeksi bakteri yang kemudian mengakibatkan Dias jadi lumpuh.
Menurut ahli dermatologi Alessandra Romiti, komplikasi akibat tindikan sangat langka terjadi. Tapi ia menekankan pentingnya toko-toko yang menyediakan layanan tindikan untuk menjaga kebersihan.
Sayangnya, masih belum diketahui dengan pasti apakah Dias akan bisa kembali ke kondisi sebelumnya. Dias mengatakan sangat terpukul karena hal ini. Tapi setelah bertemu dengan orang-orang yang juga tidak bisa berjalan, ia merasa tidak sendirian dan lebih optimis menghadapi hidup.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 30 persen orang di dunia memiliki bakteri Staphylococcus aureus di hidungnya. Infeksi akibat bakteri ini dikenal juga dengan sebutan infeksi staph.
Biasanya, mereka yang memiliki bakteri ini di hidung tidak lantas jatuh sakit. Namun bahaya baru muncul jika bakteri itu masuk ke dalam pembuluh darah.
Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan berbagai kondisi negatif pada tubuh, seperti sepsis, pneumonia, hingga osteomielitis atau infeksi tulang.
CDC menambahkan bahwa semua orang bisa mengalami infeksi staph. Tapi orang-orang dengan kondisi khusus, seperti penderita kanker, diabetes, penyakit pembuluh darah, eksem, dan penyakit paru-paru, punya risiko lebih tinggi terkena infeksi ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan