Kumparan Logo

Tips Jaga Kesuburan untuk Perempuan Berusia 40 Tahun

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita karier. Foto: Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita karier. Foto: Foto: Shutter Stock

Tak sedikit perempuan yang hidup di zaman modern seperti saat ini, memilih menunda kehamilan mereka karena beragam alasan. Salah satunya karena masih ingin mengejar karier.

Tujuannya tak lain agar mereka bisa mandiri secara finansial dan tak terlalu bergantung pada kaum Adam.

Namun, ada harga mahal yang harus mereka bayar ketika memutuskan untuk menunda memiliki momongan.

Hal ini karena seiring bertambahnya usia, perempuan kerap dihadapkan pada masalah kesuburan. Katanya, sukar buat mereka untuk bisa hamil ketika memasuki usia kepala tiga.

Ilustrasi wanita hamil. Foto: Shutterstock

Menurut American Society of Reproductive Medicine, wanita di usia tiga puluhan hanya memiliki peluang 20 persen untuk hamil.

Memasuki usia 40 tahun, peluang untuk hamil semakin menyusut menjadi kurang dari 5 persen. Baik melalui cara alami atau mengandalkan teknologi, jumlah telur dan kualitasnya menurun seiring bertambahnya usia.

Namun kaum Hawa tak perlu cemas. Sebab dalam sebuah artikel yang diterbitkan baru-baru ini telah dijelaskan beberapa tips jitu untuk menuntaskan persoalan kesuburan, khususnya bagi wanita usia 40 tahunan yang ingin segera dikaruniai momongan.

Artikel tersebut ditulis oleh Dr. Larisa Corda yang tak lain adalah seorang dokter IVF dari Create Fertility. Dalam tulisannya, Corda memperkenalkan The Conception Plan yang bisa diikuti oleh para perempuan yang ingin meningkatkan kesehatan sebelum dan selama masa kehamilan.

Ilustrasi wanita karier. Foto: Shutter Stock

Corda tak hanya berbagi tips untuk meningkatkan kesuburan, tetapi juga untuk mencegah komplikasi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Tak lupa Corda mencantumkan perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan perempuan berusia 40 tahun.

Berikut beberapa tips dari tulisan Corda, seperti dilansir Medical Daily.

Kurangi stres

Stres sangat berpengaruh pada ovulasi dan mampu menurunkan libido karena pola tidur yang tak teratur. Hal itu memang benar adanya.

Sebaiknya, stres sebisa mungkin dihindari. Salah satunya bisa dilakukan dengan membatasi asupan kafein yang berkontribusi sebabkan stres.

Harus dipahami bahwa stres juga bisa menyebabkan penurunan hormon kesuburan.

Olahraga

Ilustrasi wanita olahraga. Foto: Shutterstock

Menjaga berat badan tetap ideal adalah sebuah keharusan agar terhindar dari masalah kesuburan. Berat badan yang ideal juga bisa mengurangi risiko keguguran.

Olahraga menjadi kuncinya. Dengan aktivitas fisik, seseorang bisa meningkatkan sirkulasi di antara organ reproduksinya. Nah, fungsinya untuk menambah kenikmatan seksual, sehingga proses pembuahan berpeluang tinggi untuk berhasil.

Selain menjaga fisik tetap sehat, perempuan juga disarankan untuk selalu menaruh perhatian lebih pada kesehatan mental. Mental yang sehat sangat membantu proses prokreasi.

Buat kamar senyaman mungkin agar tidur nyenyak

Tanamkan anggapan bahwa ranjang merupakan tempat untuk menikmati aktivitas seksual. Oleh karenanya, sebisa mungkin ciptakan suasana kamar yang nyaman untuk beristirahat.

Kamar yang nyaman akan meningkatkan dorongan seks individu, terutama yang menderita stres kronis. Tidur yang cukup dan lelap bisa menjadi solusi meningkatkan imunitas dan membantu menurunkan berat badan.

Setop merokok dan minum alkohol

Ilustrasi wanita merokok. Foto: Shutterstock

Berhentilah merokok dan minum minuman keras. Jika itu bisa dilakukan, kamu dapat mencegah kerusakan sel-sel yang melapisi sperma dan telur. Manfaat lainnya yang bisa dirasakan setelah berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol adalah mampu meminimalkan komplikasi selama kehamilan.

Kurangi penggunaan produk berbahan kimia berbahaya

Kita tidak bisa menghentikan paparan berbagai polutan di lingkungan tetapi kita bisa mengendalikan zat berbahaya di lingkungan sekitar kita. Hindari penggunaan produk yang memiliki bahan kimia berbahaya karena bisa berdampak negatif pada hormon kesuburan.