Tekno & Sains
·
18 April 2021 2:41

Toilet Kuno Usia 800 Tahun Ungkap Orang Yahudi Inggris Tidak Makan Babi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Toilet Kuno Usia 800 Tahun Ungkap Orang Yahudi Inggris Tidak Makan Babi (138685)
Toliet abad pertengahan orang Yahudi yang ditemukan di Inggris. Oxford Archaeology Foto: Oxford Archaeology
Penemuan toilet kuno mengungkapkan bahwa orang Yahudi di Inggris yang hidup pada abad ke-13 memakan ikan haring dan ayam. Mereka tidak makan babi dan bagian belakang sapi, sementara daging dan susu disimpan di panci yang terpisah. Ini semua sesuai dengan aturan makan orang Yahudi.
ADVERTISEMENT
Beberapa tahun sebelum orang Yahudi diusir dari Inggris pada 1290, seorang pria Yahudi bernama Jacob, putra dari sarjana terhormat Rabbi Moses, punya bangunan megah di Oxford yang dikenal sebagai Jacob’s Hall.
Delapan abad kemudian, sebuah toilet kuno ditemukan di gedung Jacob’s Hall dan memberikan gambaran luar biasa ihwal kehidupan Yahudi di masa lalu. Yang mengejutkan, kehidupan mereka tampaknya tidak jauh berbeda dengan masa sekarang, setidaknya dalam urusan makanan.
“Sekitar tiga tahun lalu, ada beberapa rencana untuk membangun situs tertentu di Oxford, secara harfiah di jantung kota,” kata Dr. Julie Dunne, peneliti dari University of Bristol sekaligus penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Sciences, kepada The Jerusalem Post.
ADVERTISEMENT
“Seorang kolega saya telah melakukan banyak pekerjaan mencari ‘Hundreds Roll’, sensus bangunan abad pertengahan di mana setiap rumah dicatat untuk tujuan pajak. Dia menemukan bahwa wilayah Oxford ini dihuni oleh komunitas Yahudi, dan kami dapat mengetahui rumah mana yang dihuni setiap keluarga.”
Toilet Kuno Usia 800 Tahun Ungkap Orang Yahudi Inggris Tidak Makan Babi (138686)
Pemandangan penggalian di St Aldates, Oxford. Foto: Oxford Archaeology
Dunne menjelaskan, arkeolog menemukan toilet berusia 800 tahun dan sebuah tempat pembuangan sampah serta bangunan yang lebih dalam dan kuno berasal dari periode Anglo-Saxon.
Dunne mengatakan, di tempat itu terdapat banyak tulang belulang yang berasal dari abad pertengahan, termasuk tulang hewan peliharaan seperti sapi, domba, kambing dan unggas. “Yang sangat menarik adalah babi tidak ditemukan di sini, sementara ada banyak tulang angsa dan ayam. Ini adalah pertama kalinya ditemukan di Inggris,” katanya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, para arkeolog juga menemukan beberapa pecahan pot keramik tanpa glasir dan wadah memasak khas pada masa itu. Dengan menganalisis potongan-potongan pecahan tembikar, para ilmuwan dapat menentukan jenis asam lemak dan hewan apa yang dimasak di dalam panci. Panci yang ditemukan di salah satu rumah Yahudi diketahui hanya memasak hewan halal.
“Kami menemukan bahwa pada fase Yahudi, tidak ada pengolahan babi sama sekali. Tapi pada fase Anglo Saxon ada pengolahan babi,” kata Dunne.
Menariknya, para peneliti tidak menemukan tulang kaki belakang sapi, bagian dari hewan yang tidak boleh dimakan berdasarkan hukum kashrut. “Itu memberi kesan kepada kami bahwa hewan-hewan disembelih menurut hukum Yahudi,” katanya.
Ini artinya, orang Yahudi pada masa itu mengonsumsi makanan sesuai dengan hukum yang berlaku di agamanya, termasuk tidak makan babi atau mencampur daging dan susu. Dan aturan ini masih banyak dilakukan orang Yahudi di masa kini.
ADVERTISEMENT