Total Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 26 Orang, 830 Terinfeksi

Otoritas kesehatan China mengumumkan korban tewas akibat virus corona terus bertambah, Jumat (24/1). Dalam 24 jam terakhir, 6 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 200 orang lainnya positif terinfeksi virus corona. Jumlah ini menambah angka kematian akibat virus corona, dengan jumlah total korban tewas mencapai 26 orang, dan 830 orang terinfeksi.
Dilaporkan The New York Times, otoritas China resmi memperluas wilayah isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Setelah memberlakukan isolasi atau karantina terhadap Kota Wuhan, kini giliran Kota Huanggang yang diisolasi sejak Kamis (23/1) tengah malam.
Akibatnya, seluruh perjalanan menuju Wuhan dibatalkan, termasuk ratusan jadwal penerbangan ke kota tersebut. Ribuan orang terkena imbas karena terlantar di beberapa kota di China.
Bukan hanya itu, pemerintah China juga akan menutup semua moda transportasi umum menuju Wuhan, terutama kota-kota terdekatnya, termasuk Huanggang, Ezhou, Zhijiang, dan Chibi, yang masing-masing memiliki sekitar 9 juta penduduk.
Pada Jumat (23/1), pembatasan perjalanan transportasi semakin meluas, salah satunya diberlakukan di kota Xiantao, Qianjiang, dan Enshi, termasuk pedesaan yang ada di sana. Pembatasan dan isolasi ini dilakukan bukan tanpa alasan, sebab satu pasien di Provinsi Hebei yang berjarak 965 kilometer dari Wuhan dilaporkan meninggal dunia akibat virus corona.
Kematian lain dilaporkan terjadi di Heilongjiang, sebuah provinsi di dekat perbatasan China dan Rusia, berjarak 2.414 kilometer dari Wuhan. Penyakit ini juga telah merebak ke berbagai negara tetangga, seperti Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat.
Mereka khawatir, korban akibat coronavirus akan semakin banyak, mengancam sekitar 22 juta orang yang hidup di Wuhan dan Huanggang, menginfeksi rumah sakit dan memicu kekhawatiran pandemi.
Isolasi juga bertujuan mengantisipasi maraknya penduduk China yang pergi ke luar kota atau luar negeri saat perayaan tahun baru Imlek. Langkah ini menandai ketakutan Negara Tirai Bambu dari penyebaran wabah coronavirus yang saat ini masih sedikit diketahui.
Rumah sakit dan pekerja medis di pusat wabah, di kota Wuhan, meminta pertolongan karena kekurangan tenaga medis, masker medis, dan peralatan lainnya.
“Kami kekurangan pasokan medis, minta bantuan!!!” tulis Rumah Sakit Anak Wuhan pada Kamis (22/1) dalam media sosial China seperti dikutip dari The New York Times.
Pemerintah China mengakui mereka kekurangan sumber daya, dan Departemen Keuangan mengumumkan telah menggelontorkan dana sebesar 144 juta dolar atau setara dengan Rp 1,9 triliun untuk menangani wabah virus corona.
Media lokal China melaporkan telah ada puluhan relawan yang datang ke Wuhan untuk membantu menangani para pasien yang terjangkit virus corona, termasuk di Renmin Hospital of Wuhan University.
