kumparan
22 Agustus 2019 14:00

Usus Seorang Pria Robek Setelah Makan Buntut Ikan

Ilustrasi Sakit Perut. Foto: Getty Images
Seorang pria berusia 73 tahun di Jepang, dilarikan ke ruang gawat darurat setelah ia mengalami rasa sakit yang parah di perut bagian bawahnya.
ADVERTISEMENT
Laporan studi kasus yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine pada 21 Agustus 2019 menjelaskan, selama pria itu menjalani pemeriksaan fisik di rumah sakit, ia mengalami rasa perih di perut bagian bawahnya yang disertai sedikit demam. Pria itu memberi tahu dokter bahwa sehari sebelum rasa sakitnya dimulai, ia makan buntut ikan.
Hasil CT scan terhadap perut pria itu menunjukkan bahwa bagian usus halusnya telah tertusuk oleh sebuah benda yang sangat mirip tulang kecil dan benda tersebut tersangkut di usus. Untuk mengeluarkan benda tersebut, perut si pria harus dioperasi. Dan hasilnya, dokter menemukan tulang ikan sepanjang 0,8 inci atau sekitar 2 sentimeter telah menembus usus halusnya.
Dokter kemudian mengeluarkan sebagian dari usus halusnya. Pria tersebut juga diberi antibiotik untuk menangkal infeksi yang mungkin terjadi akibat lubang di ususnya. Menurut laporan dokter di Kochi Medical School di Nonkoku, Jepang, pria itu dapat pulih dengan baik dan meninggalkan rumah sakit setelah dirawat selama delapan hari.
Ilustrasi ikan. Foto: Lackmann et al., Communications Biology, 2019
Menurut laporan sebuah makalah yang diterbitkan pada 2014 di World Journal of Gastroenterology, tak sedikit orang yang secara tidak sengaja menelan tulang ikan. Namun, jarang sekali “benda asing” itu bisa menyebabkan usus robek. Jika dilihat dalam persentase, kurang dari 1 persen kasus mengenai benda asing yang tertelan bisa menyebabkan robekan di usus.
ADVERTISEMENT
“Bahkan terlepas dari ujung tulang ikan yang tajam dan bentuknya yang memanjang, biasanya ia bisa melewati saluran pencernaan tanpa menyebabkan masalah,” tulis peneliti dalam makalah tersebut, seperti dilansir Live Science.
Menurut laporan makalah lain yang diterbitkan tahun 2011 dalam Indian Journal of Radiology and Imaging, kalaupun ada tulang ikan yang menyebabkan masalah, lebih sering terjadi karena tersangkut di dalam tenggorokan.
Sedangkan menurut Healthline, orang yang memakai gigi palsu berisiko lebih tinggi menelan tulang ikan, karena mungkin mereka mengalami kesulitan untuk merasakan tulang di mulutnya saat mereka makan. Selain itu, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang makan ikan saat mabuk juga berisiko lebih tinggi untuk menelan tulang ikan.
Menurunkan risiko menelan tulang ikan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengonsumsi ikan secara perlahan. Atau jika kamu ingin menikmati ikan tanpa khawatir duri yang ada di dalamnya, kamu bisa membeli ikan fillet.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan