Kumparan Logo

Vaksin Pfizer Mulai Dipakai di Indonesia, Ini Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memberikan dosis vaksin Pfizer kepada warga di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: Nugroho GN/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memberikan dosis vaksin Pfizer kepada warga di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: Nugroho GN/kumparan

Selain Sinovac dan AstraZeneca, pemerintah kini mendatangkan vaksin Pfizer untuk mempercepat vaksinasi. Sebanyak 1.560.780 dosis vaksin Pfizer tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/8).

Kedatangan vaksin Pfizer ini merupakan tahap ke-39 pemerintah mendatangkan vaksin corona dari luar negeri. Vaksin Pfizer yang diperoleh merupakan kedatangan pertama dari vaksin mRNA dari Amerika Serikat. Pfizer diperoleh Indonesia melalui pembelian secara mandiri.

Vaksin mRNA Pfizer bekerja dengan cara mengubah sel-sel tubuh menjadi pabrik kecil pembuat vaksin untuk sementara. Hal ini dilakukan menggunakan versi sintesis dari sesuatu yang disebut messenger RNA (mRNA), molekul yang biasanya membawa kode genetik dari DNA sel ke sistem pembuat proteinnya.

Dalam hal ini, mRNA memerintahkan tubuh untuk membuat spike protein yang digunakan Sars-CoV-2 untuk memasuki sel. Ini, secara bergiliran, merangsang tubuh untuk membuat antibodi yang tahan lama terhadap virus. Menurut tinjauan oleh WHO, dilansir Reuters, vaksin tipe mRNA ini telah mencapai kriteria yang wajib dimiliki vaksin dalam hal keamanan dan efikasi (efektivitas vaksin terhadap virus).

Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS

Efikasi vaksin Pfizer

Terkait efikasi vaksin Pfizer, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, vaksin ini 95 persen efektif dalam mencegah COVID-19 dalam uji fase 3 yang melibatkan lebih dari 43.000 orang.

Hasil pada pemakaian Pfizer di lapangan pun sejauh ini terpantau efektif. Data dari organisasi keperawatan kesehatan terbesar Israel menemukan bahwa setelah dua dosis, suntikan Pfizer 94 persen efektif melawan gejala corona dan mencegah 87 persen rawat inap akibat corona. Data ini pun menurut hasil yang dipublikasikan oleh rekan sejawat.

Tak ayal kehadiran Pfizer ini sangat ditunggu dan diburu oleh masyarakat. Kabar terbaru, vaksin ini juga bisa disuntikkan untuk anak usia 12 tahun ke atas. Selain itu, vaksinasi Pfizer juga ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, sasaran yang memiliki kondisi immunocompromised seperti autoimun, komorbid berat, penyakit kronis, dan gangguan imunologi lainnya.

Vaksinasi Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: Nugroho GN/kumparan

Efek samping Pfizer

Meski berdasarkan laporan sementara vaksin Pfizer tidak menimbulkan efek samping berbahaya, tidak berarti vaksin ini tidak menimbulkan efek sekali. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada sejumlah efek samping yang mungkin dialami penerima vaksin saat disuntik Pfizer. Berikut daftarnya:

Efek samping di lengan

  • Nyeri

  • Kemerahan

  • Pembengkakan

Efek samping pada tubuh

  • Kelelahan

  • Sakit Kepala

  • Nyeri Otot

  • Panas dingin

  • Demam

  • Mual

Efek samping ini terjadi dalam satu atau dua hari pasca-vaksinasi. Jika efek samping ini muncul, maka jangan panik. CDC menyebut ini adalah tanda normal bahwa tubuh sedang membangun perlindungan, dan efeknya akan hilang dalam beberapa hari. Selain itu, efek samping pada tubuh seperti kelelahan, demam, dan sakit kepala, lebih sering terjadi setelah suntikan dosis kedua.

kumparan post embed