Kumparan Logo

Virus Andes Jenis Hantavirus di Kapal Pesiar, Tak Mudah Menular seperti Covid

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hantavirus. Foto: faniadiana24/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hantavirus. Foto: faniadiana24/Shutterstock

Wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik kini mengarah pada satu jenis spesifik, yakni virus Andes. Ia merupakan jenis hantavirus yang diketahui bisa menular antarmanusia, meski penyebarannya tidak semudah virus pernapasan seperti COVID-19 atau flu.

Virus Andes termasuk keluarga hantavirus, kelompok virus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Pada sebagian besar kasus, manusia terinfeksi hantavirus setelah terpapar urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terkontaminasi. Paparan itu bisa terjadi ketika partikel virus terhirup, terutama di ruang tertutup atau lingkungan yang terkontaminasi.

Dr. Manuel Schibler, Kepala Laboratorium Virologi di Geneva University Hospitals, menjelaskan virus Andes merupakan satu-satunya hantavirus yang penularan antarmanusianya telah terdokumentasi. Karena itu, pasien terduga maupun terkonfirmasi perlu segera diisolasi untuk mencegah potensi penularan lanjutan.

Meski bisa menular antarmanusia, virus Andes tidak menyebar semudah patogen lainnya. "Virus ini tidak menular melalui saluran pernapasan secepat COVID atau flu. Jadi itu merupakan informasi yang cukup melegakan," ujar Schibler, mengutip LiveScience.

Ilustrasi hantavirus. Foto: Lightspring/Shutterstock

European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menjelaskan penularan virus Andes biasanya berkaitan dengan kontak dekat dan berkepanjangan. Langkah isolasi dan pelacakan kontak tetap menjadi kunci untuk menekan risiko penyebaran.

Gejala infeksi hantavirus dapat menyerupai flu pada fase awal, seperti demam, nyeri otot, dan rasa lelah. Pada kasus berat, infeksi bisa berkembang menjadi hantavirus pulmonary syndrome yang menyerang paru-paru dan bisa berakibat fatal.

Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Perawatan pasien berfokus pada penanganan gejala, dukungan pernapasan, cairan, serta pemantauan kondisi organ vital. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa perawatan cepat dapat membantu meningkatkan peluang pasien bertahan, terutama jika penyakit terdeteksi sebelum kondisi memburuk.

Soal Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pertama kali dilaporkan ke WHO pada 2 Mei 2026, setelah muncul klaster penyakit pernapasan berat pada penumpang. Pada laporan awal per 4 Mei 2026, WHO mencatat tujuh kasus, terdiri dari dua kasus hantavirus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Sebuah kapal ambulans berisi kru berpakaian hazmat mendekati pintu pandu di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius yang sedang bersandar di lepas pantai Praia, Tanjung Verde (5/5/2026). Foto: STR / AFP

Perkembangan terbaru menunjukkan kasus bertambah menjadi delapan. WHO menyatakan lima dari delapan kasus telah terkonfirmasi sebagai hantavirus. Sementara itu, ECDC dalam panduan ilmiah per 9 Mei 2026 menyebut jenis hantavirus yang teridentifikasi pada enam kasus adalah virus Andes.

Kasus MV Hondius kini ditangani sebagai peristiwa kesehatan lintas negara. Kapal dilaporkan menuju Tenerife, Kepulauan Canary, untuk proses pemeriksaan, evakuasi penumpang, dan disinfeksi kapal. Penumpang tanpa gejala akan dipulangkan melalui transportasi khusus, sementara penumpang bergejala menjalani evaluasi medis lebih lanjut.