Kumparan Logo

Untuk Pertama Kalinya, Kita Akan Lihat Wujud Nyata Black Hole

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Black hole (Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Black hole (Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS)

Black hole atau lubang hitam adalah fenomena ekstrem yang misterius di luar angkasa, dan hingga kini keberadaan aslinya masih menjadi tanda tanya. Bahkan, Albert Einstein masih mempertanyakan keberadaan lubang hitam di dalam teori relativitas umumnya.

Nah, mungkin tahun ini umat manusia bisa melihat wujud lubang hitam itu untuk pertama kalinya. Dalam waktu 12 ke depan, para ahli perbintangan yakin mereka bisa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk memahami dunia.

Lubang hitam dideskripsikan sebagai suatu titik di luar angkasa dengan tarikan gravitasi yang sangat kuat dan bahkan cahaya pun tidak bisa lari darinya.

Sejauh ini, memang belum ada yang bisa menangkap bukti pasti dari lubang hitam. Tapi, sebuah teleskop baru bernama Event Horizon Telescope (EHT) mungkin bisa mengubahnya.

EHT sendiri aslinya adalah sebuah jaringan teleskop di seluruh dunia. Dengan bekerja secara kolaborasi, alat-alat ini dapat menyediakan seluruh komponen yang dibutuhkan untuk menangkap gambar dari lubang hitam.

"Pertama, Anda memerlukan pembesaran yang sangat tinggi (pada teleskop), seperti kita bisa melihat detail dari sebuah bola golf di Los Angeles dari lokasi kita di New York," kata Sheperd Doeleman, Direktur EHT, kepada Futurism.

Jarak antara Los Angeles dan New York adalah sekitar 3,944 kilometer, atau sekitar jarak antara Banda Aceh sampai Denpasar.

Selanjutnya, Doeleman menjelaskan kita bakal memerlukan suatu cara untuk bisa menembus gas di Bima Sakti dan juga gas panas yang mengelilingi lubang hitam. Untuk melakukan semua itu, sepertinya kita akan membutuhkan sebuah teleskop sebesar Bumi.

Dan itulah yang EHT lakukan. Tim EHT menciptakan sebuah "teleskop virtual seukuran Bumi," kata Doeleman. Tim tersebut menggunakan jaringan radio di seluruh dunia.

teleskop radio (Foto: Ma5tt via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
teleskop radio (Foto: Ma5tt via Pixabay)

Seluruh teleskop akan diprogram untuk mengobservasi satu titik yang sama dan pada waktu yang sama juga di luar angkasa. Kemudian mereka akan merekam gelombang radio yang dideteksi ke dalam hard disk.

Rencananya adalah dengan menggabungkan data ini, tim EHT dapat memproduksi sebuah gambar yang sebanding dengan gambar yang diciptakan menggunakan sebuah teleskop raksasa tersebut.

Bukan Pertama Kali Digunakan

Sebelumnya pada April 2017 lalu, tim EHT telah melakukan uji coba untuk pertama kalinya. Mereka menggunakan delapan teleskop dan mengarahkan pandangannya ke pada Sagittarius A, sebuah lokasi di tengah galaksi Bima Sakti yang diduga para peneliti sebagai lokasi dari lubang hitam raksasa atau supermassive black hole.

Meski sempat terkendala, akhirnya data-data dari semua teleskop berhasil dikumpulkan dan siap dianalisis oleh tim peneliti. Mereka berharap dapat memproduksi sebuah gambar pertama dari lubang hitam dengan data tersebut.

Adanya gambar dari lubang hitam itu tak hanya menjadi bukti nyata eksisnya fenomena misterius tersebut. Gambar tersebut juga akan memberikan pandangan baru atas alam semesta.

"Dampak dari lubang hitam pada alam semesta sangat besar," ujar Doeleman. "Sekarang dipercayai lubang hitam raksasa berada di tengah-tengah galaksi dan galaksi-galaksi lain berkembang bersama sejak awal terbentuknya kosmik, jadi mengobservasi apa yang terjadi di dekat horizon (lubang hitam) akan membantu kita memahami alam semesta dalam skala yang lebih besar."

Albert Einstein. (Foto: Wikimedia Commons.)
zoom-in-whitePerbesar
Albert Einstein. (Foto: Wikimedia Commons.)

Pembuktian Teori Relativitas Umum Einstein

Doeleman juga menjelaskan hal ini tak hanya membantu kita memahami alam semesta dalam skala yang lebih besar. Adanya gambar lubang hitam juga dapat membantu para peneliti menentukan apakah teori relativitas umum Einstein benar. Selain itu, para peneliti juga dapat melakukan studi apakah lubang hitam dapat membesar dan menyerap zat lain.

"Tentu saja kita tak memiliki garansi atas apa yang akan kita lihat. Dan bisa saja alam melemparkan bola melengkung ke arah kita. Tetapi, EHT sekarang telah berjalan, jadi dalam beberapa tahun ke depan, kita akan terus bekerja untuk melihat bagaimana lubang hitam sebenarnya terlihat," tambah Doeleman.

Ia juga menambahkan belum ada tanggal pasti kapan hasilnya akan tiba karena tim EHT memerlukan waktu untuk mengolah data yang ada.

Tapi, kini kita semakin dekat dengan gambar pertama lubang hitam yang misterius jika para peneliti berhasil mewujudkan misinya ini. Jadi, mari biarkan tim peneliti bekerja dengan tenang agar tidak salah olah data hingga hasilnya keluar.