Bola & Sports
·
7 Mei 2021 13:05

5 Fakta Skandal Asusila BTR Branz: Bermula dari Lupa Matikan Mikrofon

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Fakta Skandal Asusila BTR Branz: Bermula dari Lupa Matikan Mikrofon (405772)
Pemain Bigetron Alpha, Branz. Foto: MPL Indonesia
Skandal kembali terjadi di ranah profesional eSports. Adalah kapten tim Bigetron Alpha, Branz, yang kini menjadi buah bibir di skena kompetitif Mobile Legends.
ADVERTISEMENT
Insiden tersebut terjadi karena kelalaian Branz saat sesi live streaming. Ia diyakini lupa menyudahi sesi tersebut dan tindakan asusilanya terekam dengan jelas.
Bigetron Esports langsung mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini. Melalui unggahan di media sosial, tim memberikan sanksi yang cukup keras untuk Branz.
5 Fakta Skandal Asusila BTR Branz: Bermula dari Lupa Matikan Mikrofon (405773)
Tim Bigetron Alpha. Foto: MPL Indonesia
Berikut ini, kumparan memaparkan fakta-fakta soal skandal asusila yang dilakukan oleh Branz. Silakan disimak.

Terjadi saat Live Streaming

Insiden tersebut terjadi kala Branz sedang melakukan live streaming di Nimo TV. Ia memberikan judul "Absen Doang Lg di Jogja" untuk sesinya pada saat itu.
Sesi live streaming tersebut diketahui diadakan pada Kamis (6/5) sore WIB dan insidennya sendiri terjadi di akhir sesi tersebut di mana Branz melakukan kelalaian.
ADVERTISEMENT

Lupa Mematikan Mikrofon

Sesi live streaming Branz hanya menampilkan halaman depan gim Mobile Legends. Kala itu, ada seseorang yang mengajaknya bermain bersama. Undangan tersebut tak kunjung diterima dan hanya memperlihatkan kursor yang bergerak-gerak.
5 Fakta Skandal Asusila BTR Branz: Bermula dari Lupa Matikan Mikrofon (405774)
Pemain Bigetron Alpha, Branz. Foto: MPL Indonesia
Wajah Branz tak terpampang di layar, bukti ia telah menonaktifkan kameranya. Akan tetapi, ia lupa mematikan mikrofon yang digunakannya untuk live streaming.
Dengan begitu, tindakan indisipliner yang dilakukan Branz terdengar dengan jelas oleh para penonton yang ada di room live streaming-nya. Tak lama kemudian hal tersebut mulai beredar di media sosial.

Disanksi oleh Bigetron Esports

Bigetron Esports langsung menanggapi kasus tersebut dengan cepat. Melalui media sosial resmi, tim menyampaikan pernyataan resmi terkait perilaku Branz pada Kamis (6/5) sore.
ADVERTISEMENT
Dalam pernyataan itu, Bigetron Esports menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengumumkan bahwa hak bermain Branz di skena kompetitif Mobile Legends akan dicabut.
"Terkait dengan adanya peristiwa yang baru saja terjadi, kami pihak Management Bigetron Esports, memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi dan dengan ini kami menyatakan bahwa Jabran "Branz" Bagus Wiloko telah mendapatkan peringatan keras dari kami," tulis pernyataan Bigetron Esports.
"Dan sebagai sanksinya, pihak terkait telah dicabut haknya selama sebulan penuh dan tidak akan ikut serta dalam segala aktivitas kompetitif di skena Mobile Legend, termasuk di turnamen resmi internasional Moontoon yang akan datang yaitu MLBB Southeast Asia Cup (MSC), hingga turnamen tersebut selesai," pungkasnya.

Branz Belum tentu Bermain Lagi

Sesuai dengan pernyataan resmi Bigetron Esports, Branz tidak akan bermain selama sebulan dan tidak akan memperkuat Bigetron Alpha di MSC mendatang.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, Branz tidak akan langsung kembali ke ranah kompetitif jika hukumannya selesai. Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Bigetron Esports, Edwin Chia.
"Jadi kalau dia udah balik, kita review lagi. Branz kayak gimana, keputusannya kita kasih dia balik lagi ke kompetitif atau enggak," ungkap Edwin kepada Planet Esports MLBB di YouTube Revival TV.
"Suspended-nya kayak begitu. Bukan berarti dia langsung boleh main lagi," pungkasnya.

Pengganti Branz di MSC

Branz sudah pasti tidak akan terdaftar di dalam skuad Bigetron Alpha untuk MSC mendatang. Untuk siapa yang akan menggantikannya nanti juga masih menjadi pertanyaan.
Edwin sendiri mengaku belum tahu siapa yang akan menjadi pengganti Branz nanti. Kendati demikian, ia sudah berdiskusi dengan tim pelatih Bigetron Alpha sebelum memberikan sanksi.
ADVERTISEMENT
"Dia itu core, salah satu quest yang penting. Tapi tadi udah bahas dengan tim coach dan tim staff, mereka juga masih yakin bisa ngasih performa yang bagus di MSC," ungkap Edwin di YouTube Revival TV.
"Dengan harapan, kita masih ada Maxx dan kalau memang perlu opsi kedua masih ada Renbo," tandasnya.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: