Alonso soal Balapan Perpisahan: Saya Ingin Menghilang Sampai Senin

GP Abu Dhabi 2018 tidak hanya akan menjadi ujung gelaran Formula One (F1) 2018, tapi juga akhir perjalanan Fernando Alonso di balapan tertinggi mobil jet ini. Musim ini sendiri menjadi tahun kelimanya berkerja sama dengan McLaren. Sepanjang 17 musim di F1, Alonso juga pernah berseragam Ferrari dan Renault.
Bersama Renault, ia merengkuh gelar juara pada 2005 dan 2006. Masa kejayaannya luntur setelah menjadi runner-up pada 2013. Pencapaian terbaiknya hanya finis keenam di musim 2014 dan sejak kembali bergabung ke McLaren pada 2015, Alonso tak bisa sesumbar banyak dari luar lima besar.
Hanya, seredup apa pun prestasi Alonso bersama McLaren, namanya akan tetap terpatri dalam sejarah F1. Alonso mungkin tak menimang gelar juara lagi, tapi bila keseluruhan kisah F1 dikelupas satu per satu, maka namanya jugalah yang akan terbaca di salah satu kepingnya.
Selayaknya legenda atau nama besar lainnya, kepergian Alonso melahirkan tribute. Itu pulalah yang akan dilakukan oleh timnya di balapan terakhir sosok asal Spanyol ini. Sebagai tribute, McLaren akan menggunakan livery spesial yang hanya akan muncul di GP Abu Dhabi ini.
Tim asal Inggris ini juga menambahkan corak helm Alonso yang berwarna biru-kuning-merah itu pada bagian belakang mobil MCL33. Selain itu, stiker bertuliskan 'FA'--inisial nama Alonso--juga bakal ditempelkan di depan kokpit dan sidepod.
Apakah itu semua sudah cukup? Tentu tidak. McLaren juga berencana akan melakukan foto perpisahan dengan Alonso jelang balapan dimulai. Dalam sesi foto itu, skuat bakal memakai baju 'seragam' tim. Tak cuma foto bareng, tim akan membentuk guard of honor saat Alonso berjalan menuju garasinya sebelum turun ke lintasan balap. Kalau mau mengira-ngira bakal seperti apa nantinya, bayangkan saja barisan guard of honor dalam laga perpisahan sepak bola.

Yang bersiap menggelar perpisahan paling manis buat Alonso tak cuma McLaren, tapi juga F1. Pesta perpisahan untuk Alonso seusai balapan sudah siap untuk digelar. Yang pasti, Alonso bakal menjadi raja sehari di Abu Dhabi.
Lucunya, Alonso justru merasa rikuh dengan perlakuan spesial yang bakal diterimanya dari McLaren. Alonso bahkan merasa ingin menghilang saja sampai Senin (sehari setelah balapan -red) supaya bisa menghindar dari guyuran penghormatan yang diberikan untuknya.
"Seluruh tribute ini membuat saya rikuh. Saya ini orangnya jauh lebih pemalu dibandingkan yang orang-orang pikirkan. Kalau boleh, saya ingin mengakhiri hari ini secepat mungkin. Rasanya, saya ingin menghilang saja sampai Senin. Tapi, ya itu keinginan saya. Nyatanya, saya tetap harus ada di sini, ikut terlibat dalam seluruh acara, dan memberikan semacam pidato perpisahan untuk mereka," jelas Alonso sambil berkelakar, dilansir Autosport.
GP Abu Dhabi 2018 pada akhirnya memang tentang Alonso. Ialah yang akan menjadi tokoh utamanya. Balapannya kali ini akan menjadi balapan ke-311 di sepanjang kariernya di F1 sejak 2001. Catatan itu ada di bawah rekor Rubens Barrichello dengan 322 GP. Sepanjang 17 musim melaju di lintasan balap jet darat kelas tertinggi ini, Alonso membukukan 32 kemenangan, 22 pole positions, 97 podium, serta dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2006.
