Banyak Janji Bonus ke Atlet Aceh yang Tak Ditepati: Jadi PNS, Beasiswa, & Uang

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pesta kembang api pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Senin (9/9/2024). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pesta kembang api pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Senin (9/9/2024). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Atlet Hapkido Aceh, Yulianto, angkat suara soal bonus prestasi PON Aceh-Sumut 2024 yang tak kunjung diberikan. Ia menjelaskan beberapa hal yang dijanjikan akan diberikan jika berprestasi.

Pada PON 2024 lalu, Yulianto sukses meraih emas untuk cabor Hapkido. Yulianto menjelaskan, ia dijanjikan untuk menjadi PNS, mendapatkan beasiswa, hingga bonus sejumlah uang.

Yulianto juga menjelaskan bahwa ia mengorbankan pekerjaannya demi fokus membawa nama Aceh di PON 2024. Ia ingin mendulang prestasi dan mendapatkan bonus yang sudah dijanjikan.

"Ada pemberitahuan digadang-gadang ada pengangkatan nanti kalau misalnya dapat emas, kita bisa jadi PNS, [jadi] aparatur negara. Habis itu, kalau yang sedang kuliah, dikuliahkan gratis. Habis itu kan masuk berita saat dekat PON, tapi kabar-kabar itu sudah dari dulu," kata Yulianto kepada kumparan, Selasa (2/7).

Suasana pesta kembang api memeriahkan penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2024). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

"Saya korbankanlah, misalnya, pekerjaan-pekerjaan uang kemarin [karena] ada tawaran itu. Ya sudahlah, saya ikut mana tahu dapat emas. Kami latihan, fokus latihan habis itu mencetak prestasinya dan berusaha lebih baik," tambahnya.

Soal besaran uang yang dijanjikan, Yulianto mengatakan bahwa nominal tersebut mencapai Rp 500 juta.

"Kalau di KONI, pertama Rp 500 juta untuk keping emas, kalau kita masuk ke dalam 10 besar. Dan Aceh pun sekarang sudah masuk enam besar, bukan lagi 10 besar, tapi enam besar. Kalau misalnya masuk 10 besar, kami dijanjikan Rp 500 juta," ujar Yulianto.