kumparan
16 Januari 2020 22:09

Carolina Marin: Saya Merasa Jadi Salah Satu Pemain Indonesia

Carolina Marin BUKAN COVER
Pebulu tangkis Spanyol, Carolina Marin. Foto: Kazuhiro NOGI / AFP
Indonesia Masters akan selalu mendapat tempat spesial dalam diri Carolina Marin. Edisi 2019 turnamen ini mengganjarnya dengan cedera lutut. Sejak itu pertarungan Marin berubah, dari laga satu lawan satu di atas lapangan menjadi di meja operasi dan ruang rehabilitasi.
ADVERTISEMENT
Namun, Indonesia Masters tidak selalu bicara tentang pengalaman buruk bagi Marin. Bukan rahasia lagi bahwa Istora Gelora Bung Karno yang juga merupakan venue Indonesia Masters 2020 adalah sarangnya para pencinta bulu tangkis.
Dukungan suporter kepada seluruh pemain Indonesia membuat laga tak pernah sepi. Bahkan saat digelar pada hari dan jam kerja pun suporter ramai mendukung para jagoannya.
Carolina Marin.
Pebulu tangkis Spanyol, Carolina Marin. Foto: MOHD RASFAN / AFP
Dukungan publik Istora ternyata juga datang kepada Marin. Bahkan perengkuh medali emas Olimpiade 2016 ini tak bisa memungkiri bahwa Indonesia Masters menjadi salah satu turnamen favoritnya.
"Saya suka bermain di Istora, Indonesia Masters adalah salah satu turnamen favorit saya. Saya suka arenanya, saya suka bagaimana suporter di sini memberikan dukungan karena penting bagi pemain untuk mendapatkan dukungan yang hangat. Saya jadi merasa seperti salah satu pemain Indonesia," jelas Marin.
ADVERTISEMENT
Pebulu tangkis asal Spanyol ini juga tak mau memasang target tanggung untuk turnamen yang dicintainya ini. Podium puncak tunggal putri adalah tujuan Marin.
"Target saya adalah untuk menjuarai turnamen ini. Saya tahu itu akan sangat sulit. Anda bisa lihat banyak pemain top di sini dan mereka sejauh ini tampil bagus. Namun, saya juga ingin membuktikan diri. Saya ingin melupakan apa yang pernah terjadi terhadap lutut saya. Kini, saya kembali," tegas Marin.
Carolina Marin
Pebulu tangkis Spanyol, Carolina Marin. Foto: Mohd RASFAN / AFP
Ngomong-ngomong soal Marin dan Indonesia Masters 2020, ia berhasil menjejak ke babak perempat final. Slot itu dikunci berkat kemenangan tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara.
Selama 49 menit laga, Marin tampil agresif. Ia mempertontonkan permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya. Okuhara yang datang ke laga sambil membawa status tunggal putri keempat dunia itu ditaklukkan Marin dalam dua gim langsung. Marin menyelesaikan duel dengan kemenangan 21-13 dan 21-15.
ADVERTISEMENT
"Saya merasa sangat senang bermain hari ini. Saya pikir permainan saya hari ini sangat baik, jauh lebih baik daripada biasanya. Permainan saya cepat dan saya juga bergerak dengan nyaman. Sangat penting untuk bisa bermain dengan cepat kala berhadapan dengan Okuhara."
"Saya pikir Okuhara bermain dengan baik di dua gim hari ini. Ia bertarung keras. Ia memang seorang petarung sehingga sangat sulit bermain melawannya. Namun, saya suka bermain melawan Okuhara karena saya jadi terpacu mengeluarkan kemampuan terbaik saya sendiri," tutur Marin.
Nah, di perempat final Indonesia Masters 2020 pada Jumat (17/1/2020), Marin akan berlaga melawan wakil Korea Selatan, An Se-Young. Keduanya akan baku hantam di pertandingan pertama Court 1 Istora Gelora Bung Karno mulai pukul 13.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Jadi, siap menonton Carolina Marin melawan remaja sensasional ini?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan