Djadjang Nurdjaman Berniat Mundur dari Persib

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Para pemain Persib di sesi latihan. (Foto: Novrian Arbi/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Persib di sesi latihan. (Foto: Novrian Arbi/ANTARA)

Bom waktu Persib Bandung akhirnya meledak juga. Setelah selama satu bulan terakhir terus menelan hasil buruk ditambah tekanan dan kritik dari para Bobotoh, bom waktu itu meledak. Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, mengutarakan niatnya untuk mundur dari kursi pelatih.

Djadjang diketahui menyatakan niatnya mengundurkan diri di hadapan para pemain beserta beberapa jajaran manajemen Persib di ruang ganti Stadion Patriot setelah laga melawan Bhayangkara FC, Minggu (4/6) malam WIB lalu. Pada laga itu, Persib memang menelan kekalahan dengan skor 0-2, sekaligus merupakan kekalahan kedua mereka di kompetisi GoJek Traveloka Liga 1 musim ini.

Secara keseluruhan, Persib sudah pada empat laga terakhir tak bisa meraih kemenangan. Karena itu, setelah pada awal musim sempat berada di puncak klasemen, saat ini posisi "Maung Bandung" melorot ke peringkat 11 klasemen degan raihan 13 poin dari sembilan pertandingan.

[Baca Juga: Persib, Ferrari yang Tak Lagi Melaju Kencang]

Sebelum laga itu, Djadjang memang diharapkan para Bobotoh bisa segera menghentikan hasil buruk yang diraih "Maung Bandung". Tekanan dan kritik pun datang bertubi-tubi untuknya dan juga para pemain. Bahkan, saat pertandingan versus Bhayangkara berlangsung, beberapa Bobotoh turun ke lapangan melakukan protes. Mereka menyatakan kekecewaan.

Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. (Foto: Instagram @igpersib)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. (Foto: Instagram @igpersib)

Kemudian, permintaan mundur dari Djadjang itulah puncaknya. Manajer Persib, Umuh Muchtar, juga telah membenarkan niat mantan pelatih Pelita Jaya Karawang itu. Kebetulan, Umuh juga ada di dalam ruang ganti saat Djadjang mengutarakan niatnya. "Sedih sekali harus seperti ini," ujar Umuh seperti dilansir situs resmi klub.

Namun sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan apabila Djadjang dan Persib sudah tak lagi bekerja sama. Djadjang lebih dulu akan bertemu dengan pihak manajemen Persib. Sementara Umuh sendiri berharap apabila pelatih berusia 52 tahun itu tetap bertahan. Dan tak hanya itu saja, Umuh sendiri juga mengungkapkan apabila ada peluang juga untuknya mundur dari kursi manajer.

"Saya suruh dia berpikir dulu, apa efeknya ke depan. Sisanya saya serahkan semuanya kepada manajemen. Djadjang punya jasa besar untuk Persib. Tapi, apapun keputusan, manajemen harus bilang langsung ke Djadjang jangan melalui saya," tambah Umuh.

[Baca Juga: Djadjang Nurdjaman: Hidup-Mati untuk Persib]

Sebagai pelatih, Djadjang bisa dibilang begitu berjasa untuk Persib. Pasalnya, di tangan Djadjang-lah "Maung Bandung" berhasil meraih gelar pertama di era Liga Super, sekaligus melepaskan dahaga gelar Liga Indonesia selama 20 tahun. Perlu dicatat, gelar Persib pada era Liga Indonesia hanyalah dua.