Federasi Bola Tangan Internasional Ubah Aturan soal Seragam Bikini

Federasi Bola Tangan Internasional (IHF) mengubah aturan soal seragam bikini bagi atlet wanita. Sekarang, mereka diizinkan untuk menggunakan celana ketat pendek dan tank top, alih-alih bikini saat bertanding.
IHF mendapat kritik soal aturan seragam bikini atlet wanita sejak Juli 2021. Kritik datang usai tim bola tangan pantai wanita Norwegia dihukum Federasi Bola Tangan Eropa (EHF) karena tak memakai bikini saat tampil di kejuaraan Eropa.
Atas hal tersebut, hukuman denda hingga 1.500 euro atau sekitar Rp 25 juta dijatuhkan kepada tim Norwegia, dengan masing-masing pemain dihukum 150 euro atau sekitar Rp 2,5 juta.
Setelah berita soal denda itu menyebar, dukungan pun datang ke tim bola tangan pantai wanita Norwegia. Salah satunya dari penyanyi pop asal Amerika Serikat, Pink, yang berniat membayar denda tersebut.
Bahkan, menteri olahraga dari lima negara Eropa, Denmark, Norwegia, Swedia, Islandia, dan Finlandia juga turun tangan membela tim tersebut. Mereka mengirim surat bersama kepada IHF dan meminta ada perubahan dalam regulasi seragam atlet.
"Agar tak cuma mengakomodasi atlet wanita sekarang, tetapi juga mendukung dan mendorong semua atlet, tak peduli gender dan latar belakang mereka untuk tetap di olahraga ini," demikian tertulis di surat itu, dikutip dari The Guardian.
Sekarang, AFP melaporkan bahwa IHF telah mengubah aturan seragam bikini tersebut pada Oktober 2021. Mereka kini diperbolehkan menggunakan celana ketat dan tank top. Sementara untuk atlet pria, mereka diperbolehkan memakai celana yang lebih longgar, tetapi tetap tidak kebesaran.
"Atlet wanita harus menggunakan celana ketat. Di bagian atas, atlet pria dan wanita harus memakai tank top ketat yang menyediakan tempat untuk logo brand."
Sebelumnya, aturan IHF mewajibkan atlet wanita bola tangan pantai memakai bikini untuk seragam atas dan bawah.
