Fuzhou China Open: Greysia/Apriyani Kalah, Ganda Putri Indonesia Habis

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda putri Indonesia, Greysia/Apriyani. Foto: FABRICE COFFRINI / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ganda putri Indonesia, Greysia/Apriyani. Foto: FABRICE COFFRINI / AFP

Meski Greysia Polii/Apriyani Rahayu tidak menjadi satu-satunya wakil ganda putri Indonesia di Fuzhou China Open 2019, pertandingan mereka di babak pertama pada Rabu (6/11/2019) tetap jadi penentu.

Wakil ganda putri Indonesia lainnya, Della Destiara/Rizki Amelia, sudah kalah di babak pertama pada Selasa (5/11/2019). Della/Rizki kalah telak 9-21 dan 6-21 dari ganda Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Sialnya, Indonesia benar-benar kehilangan seluruh wakilnya di sektor ganda putri. Greysia/Apriyani menelan kekalahan 19-21 dan 16-21 dari ganda Malaysia, Chou Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: Dok. PBSI

Hanya karena diunggulkan, jangan harap Greysia/Apriyani mengawali laga di Court 1 Haixia Olympic Sports Center ini dengan mudah. Kedudukan imbang mulai dari 1-1 hingga 7-7 menegaskan sesengit apa perlawanan Kuan/Yean.

Pengembalian tanggung Apriyani dalam kedudukan 7-7 bahkan membuat lawan memimpin tipis 8-7. Apriyani kehilangan akurasi saat merespons pukulan jauh lawan sehingga shuttlecock gagal menyeberang dari bidang permainan sendiri.

Skenario serupa menimpa Greysia saat mereka unggul 9-8. Pengembalian tanggungnya menguntungkan lawan karena hanya sanggup membenturkan shuttlecock ke net.

Harapan untuk menutup gim pertama meninggi lagi karena Greysia/Apriyani berhasil menggeser keunggulan 10-9 menjadi 11-9 di interval. Jumping smash Greysia menjadi penyebab kelahiran keunggulan tadi.

Sebenarnya pukulan itu tidak mengantarkan shuttlecock ke area di luar jangkauan Kuan/Yen. Hanya, Yean terlambat bereaksi sehingga tidak berhasil menggapai shuttlecock yang terjatuh selangkah di depannya.

Keunggulan 14-11 usai tidak interval tidak menjamin segalanya langsung berjalan mulus bagi Greysia/Apriyani. Buktinya, ganda putri Malaysia ini mendekat hingga 15-16. Reli panjang yang terjadi dalam kedudukan ini juga tak berakhir menyenangkan bagi kubu Indonesia.

Sepintas Greysia/Apriyani terlihat bisa mengimbangi permainan alot Kuan/Yean. Namun, sepintas tidak pernah cukup.

Masalah utamanya, Greysia/Apriyani tidak berhasil-berhasil menggagas serangan balik. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh Kuan/Yean. Keduanya secara padu melepas tubian smash tanpa jeda.

Apriyani gagal mengantisipasi smash yang diarahkan ke tubuhnya. Dengan cara ini Kuan/Yean menyamakan kedudukan jadi 16-16.

kumparan post embed

Usai menyamakan kedudukan jadi 17-17, Kuan/Yean melesat. Mereka menorehkan game point 20-17 akibat kegagalan Apriyani menyambut smash yang dilepaskan oleh Yean.

Meski demikian, Greysia/Apriyani mampu menghambat hingga 19-20. Yang pertama akibat pengembalian melebar Kuan yang membuat shuttlecock terjatuh di luar lapangan. Yang kedua berkat jumping smash Apriyani yang memancing Yean melakukan eror dengan membenturkan shuttlecock ke net.

Kuan/Yean tetap di atas angin. Pukulan Apriyani yang membuat shuttlecock jatuh di luar lapangan memastikan Kuan/Yean menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Gim kedua diawali dengan kondisi serupa gim pertama. Kuan/Yean tidak gentar di hadapan keunggulan 4-2 Greysia/Apriyani. Dengan meyakinkan mereka berbalik unggul 5-4 dan berlanjut hingga 7-5.

Sampai di sini, Greysia/Apriyani belum betul-betul tampil menggebrak. Mereka cenderung bermain lebih menunggu. Bermain lebih sabar bukan perkara haram di bulu tangkis.

Yang perlu dipastikan, jangan sampai mereka melakukan eror sendiri saat menunggu dalam skema permainan seperti ini. Taktik demikian membuahkan hasil saat menggeser kedudukan 5-7 menjadi 6-7. Reli panjang akhirnya terhenti begitu pengembalian Yean membenturkan shuttlecock ke net.

Contoh kasus kegagalan skenario ini saat Kuan/Yean menyamakan skor jadi 8-8. Reli panjang yang didominasi dengan pukulan jauh dalam kecepatan tanggung ini ditutup dengan keterlambatan Greysia/Apriyani menjangkau shuttlecock ke depan net.

Agaknya Greysia/Apriyani menyangka pengembalian Yean bakal membentur net sehingga mereka tidak beranjak dari posisi berdiri di lapangan tengah.

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: Dok. PBSI

Greysia/Apriyani belum bisa lepas dari tekanan usai memimpin 11-9 di interval. Kuan/Yean mampu mengejar dan menyamakan skor jadi 13-13.

Hanya, Greysia/Apriyani belum kehilangan cara untuk menghentak. Greysia melepaskan smash beruntun kepada Kuan tanpa memberi kesempatan pada Yean untuk memblok.

Hasilnya tidak mengecewakan. Pertahanan Kuan runtuh dan Greysia mengubah kedudukan jadi 14-13. Permainan menghentak seperti itulah yang sejak awal belum terlihat dari Greysia/Apriyani.

Sayangnya, kebangkitan itu cuma sempalan. Kuan/Yean menjauh hingga 17-14. Smash jauh Apriyani yang out tidak hanya menutup reli panjang, tetapi juga mengganjar lawan dengan keunggulan 18-14. Kredit patut diberikan kepada Kuan/Yean dalam membangun pertahanan yang kokoh dan rapi.

Kondisi tambah genting dan edan buat kubu Indonesia. Lewat reli sengit, Kuan/Yean lagi-lagi menambah angka. Greysia melakukan eror dalam pengembalian sehingga pukulannya dinyatakan out. Ini membuat lawan merengkuh match point 20-15.

Sergapan Greysia memang berhasil mengubah kedudukan jadi 16-20. Akan tetapi, laga benar-benar selesai dengan kemenangan Kuan/Yean karena pukulan Greysia/Apriyani dinyatakan out. Kemenangan 21-16 yang dibukukan Kuan/Yean memastikan Indonesia kehilangan seluruh wakil ganda putri.