Hariyanto Arbi: Kalau Mau di Pelatnas, Atlet Harus Ikut Aturan

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan pebulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mantan pebulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan

Kasus indisipliner atlet di Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang belakangan ramai, menjadi perhatian salah satu legenda tepok bulu Tanah Air, Hariyanto Arbi.

Sosok yang punya julukan 'Smash 100 Watt' itu, menyayangkan betul kasus ini bisa terjadi. Sebagai mantan penghuni pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Arbi menyebut atlet seharusnya bertanggung jawab dengan status pemain nasional.

Berlatih tidak menjadi syarat tunggal untuk merengkuh prestasi. Menurut Arbi, syarat lain yang mesti dipenuhi ialah mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pelatih dan federasi.

kumparan post embed

"Kalau itu 'kan harusnya mereka sudah mengerti sendiri bahwa tugasnya di pelatnas adalah berlatih untuk mencapai hasil maksimal di pertandingan," kata Arbi saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

"Mereka (atlet) harusnya sudah mengerti, perjuangan untuk masuk pelatnas itu sulit. Setelah masuk di pelatnas, mereka harusnya menyadari bahwa saya ini dibikin untuk menjadi juara dunia dan juara di mana pun itu. Jadi, ya, harus mengikuti aturannya itu," jelasnya.

Kasus indisipliner di Pelatnas PBSI merebak setelah pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, angkat bicara bahwa beberapa atlet binaannya kerap keluar asrama tanpa izin dan pulang larut malam.

kumparan post embed

Richard tambah geram karena Praveen Jordan kedapatan mangkir latihan tanpa alasan yang jelas pada Senin (7/10/2019). Sikap Arbi jelas untuk perkara satu ini. Apa pun alasannya, bolos latihan tidak dapat dibenarkan.

"Harusnya dikomunikasikan dengan pelatihnya, mesti diskusi. Namun, kembali ke pemainnya. Di sana 'kan target mereka sudah jelas. Kalau mereka mau menjadi pemain [atlet Pelatnas], ya, harus mengikuti peraturan yang ada," jelasnya.

"Mereka harusnya tahu di pelatnas itu tugasnya apa dan mereka sudah besar, bukan anak kecil lagi. Kalau masih [berada] di klub, okelah, kami masih bisa kasih tahu dan diingatkan lagi," pungkas Arbi.