Hong Kong Open: Menangi Babak Pertama, Misi Revans Anthony Tuntas

Ini waktu yang tepat bagi Anthony Ginting untuk revans atas kekalahan di Fuzhou China Open 2019. Ketika itu, Anthony kalah di babak pertama saat melawan Angus Ng Ka Long.
Misi--kalau menyebut dendam berlebihan--itu tuntas di babak pertama Hong Kong Open 2019 pada Rabu (13/11/2019). Anthony mengalahkan Angus 21-16, 17-21, dan 21-11 Ia berhak bertanding di babak 16 besar pada Kamis (14/11/2019).
Duel ketat langsung menjadi warna di awal gim pertama. Kondisi itu terlihat hingga Anthony memimpin tipis 4-3.
Anthony sempat ada di atas angin. Jumping smash-nya yang tidak mampu digapai Long tidak hanya mengubah kedudukan jadi 5-3. Itu menjadi momentum Anthony untuk menancapkan dominasi.
Keunggulan 9-4 adalah salah satu buktinya. Kegagalan Angus mengangkat shuttlecock mengganjar Anthony dengan poin kesembilan tadi.
Meski tertinggal 5-10, Angus tidak mati gaya. Ia menggeser skor menjadi 6-10 dengan jumping smash yang diarahkan ke kanan Anthony. Cara itu berulang kali pula digunakan Anthony untuk meraih poin di awal gim.
Oke, suporter Indonesia agaknya sudah pantas khawatir. Angus mampu merapatkan jarak dari 6-10 menjadi 9-10 meski keunggulan interval tetap menjadi milik Anthony.
Inkonsistensi seperti tadi bukannya tidak mungkin menggiring Anthony pada kekalahan. Toh, pelatih kepala tunggal putra PBSI, Hendry Saputra, juga menjelaskan bahwa ketidakstabilan seperti itu yang membuat Anthony dan kawan-kawannya minim gelar juara.
Permainan Anthony membaik lagi usai interval. Setelah unggul 13-11, ia sampai pada kedudukan 16-12.
Meski demikian, masalahnya tetap sama. Angus bukan pebulu tangkis yang gampang tunduk di hadapan keunggulan lawan. Dalam kedudukan 13-16 ia melepaskan sergapan yang diarahkan ke tubuh Anthony. Manuver itu memampukan Angus memangkas ketertinggalan menjadi 14-16.
Cara yang mirip ia gunakan untuk menggeser skor jadi 15-17. Angus tidak bermain seperti pemain yang tertinggal. Dengan percaya diri ia merebut kendali serangan dari tangan Anthony. Setelah membangun serangan balik dalam dua pukulan, Angus menghentak dengan smash.
Anthony punya kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Pengembalian depan netnya membuat Angus mati langkah. Kesalahan lawan itu membuat Anthony meraih game point 20-15.
Anthony membayar kesalahan smash yang membuat skor bergeser jadi 16-20 dengan elegan. Jumping smash dalam kedudukan itu menjadi kunci yang membukakan pintu kemenangan gim pertama 21-16 untuk Anthony. Begitulah. Hentakan smash-nya gagal diantisipasi oleh Angus.
Kendali laga di awal gim kedua ada di genggaman Angus. Meski Anthony bisa menyamakan kedudukan 3-3, ia bisa unggul lagi 6-3.
Anthony bisa mendekat jadi 5-6 dan menyamakan kedudukan 8-8. Lesakan smash Anthony untuk merengkuh poin penyama kedudukan itu dahsyat betul. Namun, tetap saja Angus bisa kembali meraih keunggulan.
Smash dibalas dengan smash. Angus membalas pukulan tadi dengan smash yang tak kalah kencang. Kali ini malah diarahkan ke tubuh Anthony yang beberapa kali terlihat merancang serangan balik. Dengan pukulan itu, Angus memimpin 11-9.
Anthony tidak bisa berlama-lama. Kemenangan gim pertama sudah di tangan. Bukannya tidak mungkin narasi laga berubah jika Angus memenangi gim kedua.
Masalahnya, Angus punya kans besar untuk mewujudkannya. Setelah imbang 11-11, ia mendapatkan dua poin yang menggeser skor jadi 13-11 dengan elegan. Dua smash menyilang sama-sama mengganjar Angus dengan poin langsung. Tidak perlu menunggu Anthony melakukan eror.
Reli alot dalam kedudukan 14-17 dimenangi oleh Anthony. Ia tidak selalu mengganjar lawan dengan pukulan-pukulan keras. Namun, jumping smash kencang memastikan reli itu selesai tanpa raihan poin untuk Angus. Save the best for the last, mungkin seperti itu.
Skenario menyebalkan itu benar-benar terwujud. Laga berlanjut ke gim ketiga karena Anthony menyelesaikan gim kedua dengan kekalahan 17-21.
Tertinggal 1-3 di gim ketiga, Anthony mengubah keadaan lewat keunggulan 6-5. Smash-smash mengarah ke tubuh lawan berulang kali menjadi senjata Anthony untuk meraih angka hingga 11-7.
Anthony tancap gas usai interval. Keunggulan 14-7 diamankan lekas-lekas. Masing-masing dua angka didapat dari eror lawan dan smash langsung.
Tekanan Anthony berulang kali membuat Angus melakukan kesalahan sendiri. Salah satu kasusnya muncul saat Anthony menggeser skor pada kedudukan 17-9. Angus yang kelabakan tidak dapat mengembalikan smash Anthony dengan sempurna sehingga shuttlecock membentur net.
Meski lawan bisa mengubah skor jadi 11-19, Anthony tetap di atas angin. Match point 20-11 dikonversinya menjadi kemenangan 21-11 lewat smash jauh yang tidak mampu dikembalikan Angus.
