Jarred Shaw Diputus Kontrak oleh Klub Usai Tersandung Kasus Penyelundupan Ganja

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Vincent Rivaldi Kosasih (kanan) berusaha menghadang laju pebasket Prawira Harum Bandung Jarred Dwayne Shaw (tengah) pada babak Final IBL 2023 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Dua pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Vincent Rivaldi Kosasih (kanan) berusaha menghadang laju pebasket Prawira Harum Bandung Jarred Dwayne Shaw (tengah) pada babak Final IBL 2023 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Pemain basket Tangerang Hawks, Jarred Dwayne Shaw, tertangkap tangan kepolisian usai terlibat dalam penyelundupan kasus narkoba. Nasib Shaw di IBL harus berakhir, Hawks langsung memutus kontraknya sepihak.

Kepolisian personel Satnarkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap Shaw, Rabu (14/5). Pebasket asal Amerika Serikat itu ketahuan menerima paket yang disamarkan dalam bentuk permen, namun memiliki kandungan Delta 9 THC (Tetrahydrocannabinol), yang masuk ke dalam golongan narkotika sejenis marijuana.

Manajer tim Tangerang Hawks, Tikky Suwantikno, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyesalkan kejadian ini dan telah mengambil sikap tegas demi menjaga integritas tim serta menciptakan lingkungan profesional di tubuh klub.

"Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius dan sangat menyesali pelanggaran hukum yang dilakukan Jarred Shaw," ujarnya.

Pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Dominique L Sutton (kanan) berusaha menghadang pebasket Prawira Harum Bandung Jarred Dwayne Shaw pada babak Final Indonesia Basket League (IBL) 2023 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Sementara itu, pihak IBL dan federasi bola basket nasional juga telah menerima laporan resmi dari klub. Mereka menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, namun mengingatkan bahwa setiap personel, baik pemain maupun ofisial, yang terlibat dalam kasus narkotika, akan menghadapi konsekuensi serius terhadap kariernya di liga.

"Standar kontrak IBL jelas menyebutkan dalam Pasal 8 mengenai larangan keterlibatan dalam narkotika. Tidak ada tempat dalam liga ini bagi mereka yang melanggar hukum Indonesia," demikian pernyataan resmi dari pihak liga.

Kasus ini makin menjadi perhatian setelah terungkap bahwa Shaw tidak hanya mengonsumsi narkotika, tetapi juga diduga terlibat dalam upaya penyelundupan. Berdasarkan laporan dari pihak berwenang, Shaw diduga berperan dalam menyelundupkan narkotika berbentuk permen dari Thailand melalui pengiriman kargo ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Lebih dari itu, ada dugaan bahwa Shaw memiliki niat untuk mendistribusikan barang haram tersebut kepada rekan seprofesinya jika upaya penyelundupan berhasil. Hal ini menjadikan kasusnya tidak hanya sebagai pelanggaran disiplin, tetapi juga masuk ke ranah kriminal yang berpotensi berujung pada proses hukum lebih lanjut.

Tangerang Hawks kini tengah melakukan penyesuaian skuad dan bersiap mencari pengganti untuk mengisi slot pemain asing yang ditinggalkan Shaw. Pihak klub menegaskan bahwa mereka akan terus memperketat seleksi dan pengawasan terhadap pemain untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.