Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia: Greysia/Apriyani Kalah, Jepang Unggul 2-0

Tim Putri Indonesia tertinggal 0-2 dari Tim Putri Jepang di perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020, Jumat (14/2). Di laga kedua yang berlangsung di Court 1 Rizal Memorial Stadium itu, Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah 19-21 dan 15-21 dari Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.
Fukushima/Hirota bukan lawan mudah bagi Greysia/Apriyani. Semua tahu itu meski bukan berarti Greysia/Apriyani melakoni laga dengan kerdil.
Keunggulan 4-2 di awal gim tidak menjamin apa pun. Namun, yang terpenting ganda putri terbaik Indonesia ini bisa menjaga jarak, setidaknya sampai 7-3.
Poin keenam dan ketujuh didapat Greysia/Apriyani lewat kecerdikan penempatan shuttlecock. Di poin keenam, misalnya. Apriyani menyambar shuttlecock dengan sergapan yang diarahkan ke depan Hirota.
Sebenarnya shuttlecock masih ada dalam jangkauan Hirota. Namun, ia terlambat sehingga shuttlecock tidak terangkat. Keunggulan Greysia/Apriyani bertahan sampai jeda interval. Ganda putri peringkat delapan dunia ini memimpin 11-7.
Pertahanan kokoh adalah keunggulan Fukushima/Hirota. Salah satu fragmen yang mempertontonkan kualitas ini saat Greysia/Apriyani memimpin 12-10.
Greysia dan Apriyani menggempur lawan dengan tubian smash. Pertahanan Fukushima/Hirota bahkan tak runtuh meski dicecar smash yang diarahkan ke tubuh.
Greysia/Apriyani yang tampil menggebu-gebu di reli ini malah kehilangan angka. Greysia salah membaca penempatan shuttlecock yang dikirim oleh Hirota.
Dalam situasi krusial, keunggulan 16-14, Greysia masih melakukan kesalahan. Serangan sebenarnya diawali dengan baik lewat smash jauh Apriyani. Lawan bisa mengembalikan dengan pukulan tanggung. Greysia tampaknya bermaksud melanjutkan serangan dengan smash tanggung.
Sayangnya, pukulannya kepalang tanggung sehingga shuttlecock gagal melintas dari bibir net. Greysia kesal dengan kesalahannya. Ia menghentakkan kaki menyambut keberhasilan lawan mengejar 15-16.
Apa pun kesalahan itu, Greysia/Apriyani berbenah. Tertinggal 16-17, mereka menyamakan kedudukan 17-17 kembali dengan penempatan jeli.
Saat menyerang, Fukushima dan Hirota cenderung meninggalkan lubang di area tengah akibat posisi berdiri mereka. Celah itu diincar Apriyani dengan pukulan menukik. Fukushima/Hirota gagal mengantisipasi, poin pun masuk kantong lawan.
Fukushima/Hirota menjadi pemain berbahaya dalam reli panjang. Pertahanan kokoh memudahkan mereka mengontrol laga dengan pukulan cepat.
Greysia/Apriyani mulai kewalahan, terutama karena lawan gencar melesakkan pukulan jauh menyilang. Greysia yang mengamankan area back line sampai terjatuh. Upayanya gagal sehingga Fukushima/Hirota memimpin 19-18.
Game point 20-18 tidak berhasil langsung dikonversi jadi kemenangan oleh Fukushima/Hirota. Greysia/Apriyani menyikapi reli dengan agresif dengan bergantian mengirim smash.
Fukushima/Hirota sulit menyerang balik. Mereka bahkan kehilangan angka akibat pukulan defensif yang gagal memindahkan shuttlecock ke bidang permainan lawan.
Namun, poin itu cuma hambatan sementara. Fukushima/Hirota melangkah ke gim kedua sambil menenteng kemenangan 21-19 di gim pertama.
Fukushima/Hirota mengawali gim kedua dengan menjanjikan. Mereka berhasil memperlebar keunggulan 3-0 menjadi 7-3.
Kabar baiknya, Greysia/Apriyani berhasil bangkit. Penempatan jeli kembali menjadi andalan, membawa mereka pada keunggulan tipis 10-9.
Laga alot terus berlanjut, Fukushima/Hirota selalu menemukan cara untuk mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan. Pengembalian defensif Greysia yang kembali berujung eror membuat Fukushima/Hirota memimpin balik 13-12. Kali ini, Greysia membuat shuttlecock jatuh di belakang garis lapangan.
Apriyani beraksi. Ia menyambar service menipu lawan dengan pukulan menyilang. Hirota mengeksekusi service dengan mengarahkan shuttlecock ke sisi kanan. Sepintas pukulannya akan membuat shuttlecock out.
Untunglah Apriyani merespons dengan tepat. Ia melepas pukulan defensif yang menggagas reli cepat. Duel itu berakhir dengan torehan poin untuk kubu Indonesia karena lawan gagal membalas serangan Apriyani. Untuk sementara, skor jadi 13-14.
Kegigihan Fukushima/Hirota terlihat jelas dari cara mereka menyegel keunggulan 16-14. Dalam prosesnya, Greysia/Apriyani menggempur mereka dengan rentetan jumping smash. Hirota sampai terjatuh saat mengejar shuttlecock.
Dalam keadaan terduduk pun ia tiga kali mengembalikan smash Apriyani. Fukushima yang ada di sebelahnya langsung mengover. Apes bagi kubu Indonesia, pengembalian Apriyani justru membuat shuttlecock terlempar dari lapangan.
Keunggulan Fukushima/Hirota bukan sempalan. Mereka berhasil merawat margin hingga akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-15. Itu berarti, Jepang unggul 2-0 atas Indonesia.
