Kento Momota Jegal Langkah Tommy Sugiarto di China Terbuka

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. Foto: Mohd RASFAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. Foto: Mohd RASFAN / AFP

Begitu menyelesaikan pertandingan babak pertama China Terbuka 2019, Tommy Sugiarto berkata bahwa salah satu risiko berlaga sebagai non-unggulan adalah bertemu dengan pemain unggulan di babak awal. Risiko itu pulalah yang benar-benar ditanggungnya di babak kedua.

Bahkan sebelum mendapat kepastian bakal bertanding melawan siapa, Tommy diperhadapkan dengan dua kemungkinan yang sama tangguhnya: Lin Dan dan Kento Momota.

Pebulu tangkis pertama berstatus sebagai living legend tuan rumah. Pebulu tangkis kedua dipercaya sebagai soon-to-be living legend.

Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota. Foto: STR / AFP

Ternyata Momota-lah yang menjadi lawan Tommy di babak kedua pada Kamis (19/9/2019). Di atas Court 1 Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Tommy baku-hantam dengan si juara dunia.

Hasilnya tidak memuaskan. Tommy kalah 10-21 dan 11-21. Itu berarti, Momota segera bersiap melakoni duel babak ketiga melawan rekan senegaranya, Kanta Tsuneyama.

Momota memulai laga dengan dominasi. Keunggulan 6-2 menjadi penanda. Tidak ada permainan bertele-tele karena terlihat atraktif bukan urusan Momota. Yang ada di kepalanya adalah kemenangan. Maka bertandinglah dengan sebaik mungkin, bukan semenarik mungkin.

Prinsip itu terlihat jelas ketika Momota merengkuh angka keenam Reli dalam kedudukan 5-2 tidak berjalan lebih dari enam pukulan.

Ia berupaya mematikan langkah Tommy dengan smash jauh yang merepotkan. Penutupnya adalah jumping smash menyasar tubuh yang terlambat diantisipasi oleh Tommy.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP

Situasi berbeda terjadi saat mengamankan keunggulan 7-2. Momota harus berhadapan dengan manuver defensif Tommy yang menjanjikan. Sayangnya, Tommy kehilangan poin karena gagal mengangkat shuttlecock dari bidang permainannya sendiri.

Hanya karena Momota unggul 10-3, bukan berarti Tommy kehilangan akal untuk mendapatkan angka. Poin keempat didapatnya via smash yang menyasar tepi lapangan Momota.

Tunggal putra terbaik dunia itu terlambat merespons. Sorak-sorai suporter Indonesia menjadi penanda satu angka melayang ke tangan Tommy.

Tertinggal 4-11 di interval, Tommy mesti sesegera mungkin mencari untuk keluar dari skema permainan Momota. Yang menjadi kualitas penting bagi permainan Momota adalah kejeliannya untuk mengarahkan pukulan.

Shuttlecock diarahkan Momota ke posisi backhand Tommy, tentunya via pukulan yang begitu berenergi. Tommy yang sejak awal sering terlambat merespons acap kerepotan.

Kalaupun bisa menggapai shuttlecock, risikonya adalah pukulan tak akurat. Imbasnya tentu saja eror. Itulah yang terjadi ketika Tommy gagal menyeberangkan shuttlecock sehingga skor bergeser menjadi 6-15 untuk keunggulan Momota.

kumparan post embed

Laju Momota belum terhenti. Adu drive yang menjadi senjata makan tuan bagi Tommy memastikan Momota menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan 21-10.

Tommy memang kalah telak di gim pertama. Namun, bukan berarti ia langsung mati gaya di gim kedua. Momota unggul 4-1, Tommy merapatkan jarak menjadi 3-4. Sayangnya, poin penyama kedudukan 4-4 gagal ia dapatkan.

Pengembalian Momota dari depan net memang tidak kencang-kencang amat. Namun, shuttlecock yang menyasar kiri lapangan tidak bisa dijangkau Tommy yang terlanjur mengambil posisi di area kanan.

Sayangnya, Tommy kembali terjegal. Momota makin menjadi-jadi, bahkan sampai unggul 12-5. Tepuk tangan suporter Indonesia hidup laga ketika Momota unggul 14-5.

Dalam reli yang dinominasi pukulan tanggung, Tommy tampil dominan. Ia memaksa Momota memasang mode bertahan. Reli itu juga tidak berakhir antiklimaks. Tommy meraih angka karena Momota terlambat merespons.

Pun demikian di duel setelahnya. Kali ini, pukulan Momota gagal mengangkat shuttlecock dari bidang permainannya sendiri dan mengubah skor jadi 7-14.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. Foto: ISAAC LAWRENCE / AFP

Kesalahan serupa dilakukan lagi oleh Momota saat memimpin 16-7. Bermaksud menyambut pukulan Tommy, manuvernya justru membuat shuttlecock tersangkut di net. Itu berarti, Tommy mengubah kedudukan menjadi 8-16.

Tertinggal 9-19, Tommy masih menemukan cara untuk meraih angka. Ia meladeni rangkaian pukulan jauh Momota dengan meyakinkan. Kelincahan footwork menjadi modal penting.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Tommy mengirim shuttlecock dengan pukulan menyilang ke kanan lapangan Momota. Lawan sebenarnya bisa menjangkau. Namun, Momota jatuh tersungkur sehingga permainannya rusak sendiri.

Tommy juga mendapatkan satu poin lagi yang mengubah kombinasi skor menjadi 11-19. Ini merupakan buah kesalahan servis Momota yang membuat shuttlecock terjatuh ke luar lapangan.

Tommy pada akhirnya menutup laga gim kedua dengan kekalahan 11-21. Momota berhasil mengonversi match point 20-11 menjadi kemenangan karena servis Tommy tidak mampu menyeberangkan shuttlecock dari area permainannya sendiri.