Ketika Roma Menghentikan Tren Apik Lazio

AS Roma membuktikan siapa raja di Derby Della Capitale. Menjamu SS Lazio di Olimpico, Sabtu (18/11/2017) malam WIB, Roma memetik tiga angka setelah menutup pertandingan dengan skor akhir 2-1.
Dua gol Roma dibuat oleh Diego Perotti pada menit ke-49 dan Radja Nainggolan, empat menit kemudian. Sementara itu, satu-satunya gol Lazio diciptakan oleh Ciro Immobile pada menit ke-72.
Kedua kubu sama-sama menurunkan skuat terbaiknya untuk laga ini. Radja Nainggolan dan Ciro Immobile yang diprediksi tak akan tampil karena kondisi fisik yang tidak fit, nyatanya ditampilkan oleh Eusebio Di Francesco dan Simone Inzaghi dari menit pertama.
Soal formasi, Inzaghi kembali menggunakan 3-5-2 dengan menurunkan Luis Alberto dan Immobile di depan, sementara Di Francesco memilih untuk memakai pakem 4-3-3, ditambah dengan pressing dan penjagaan ketat di daerah permainan sendiri.
Pilihan Di Francesco berhasil membuat Lazio terkurung. Umpan-umpan jauh yang dilepaskan oleh pemain Lazio dari daerah permainannya kepada Alberto dan Immobile, ternyata tak mampu menembus tembok yang dibangun pemain Roma.
Kokohnya tembok yang dibangun pemain Roma seapik bagaimana mereka mengkreasi serangan. Mengandalkan Perotti sebagai motor serangan, Roma beberapa kali membuat peluang emas melalui Edin Dzeko, kendati gagal berbuah gol.
Lazio sendiri bukan tanpa upaya. Sulitnya menembus pertahanan Roma coba mereka atasi dengan memainkan umpan-umpan pendek hingga memasuki daerah permainan lawan. Immobile bahkan nyaris mencetak gol, usai menerima umpan Adam Marusic.
Hingga berakhirnya babak pertama, tak ada gol yang mampu dihasilkan oleh kedua kesebelasan. Skor 0-0 menutup babak pertama laga ini.
Memasuki babak kedua, Roma mencoba bermain lebih bervariasi. Tak hanya kombinasi umpan, dua bek sayap, yang pada babak pertama membuat beberapa peluang, kali ini coba dimaksimalkan untuk membantu lini serang.
Upaya Di Francesco tak salah. Empat menit babak kedua berjalan, Roma memecahkan kebuntuan. Berawal dari pelanggaran Bastos kepada Aleksandar Kolarov, Roma mendapatkan hadiah sepakan penalti. Perotti yang menjadi eksekutor pun melaksanakan tugasnya dengan memuaskan.
Sial Lazio tak berhenti sampai di sana. Empat menit kemudian, Roma kembali menambah golnya. Berdiri tanpa pengawalan di depan kotak penalti Lazio, Nainggolan melepaskan sepakan kencang yang gagal dihalau Thomas Strakosha.
Ketinggalan dua gol membuat Lazio coba bermain lebih menyerang ketimbang sebelumnya. Dua pemain, Jordan Lukaku dan Nani, dimasukkan demi menambah variasi serangan dari dua sisi lapangan.
Masuknya dua pemain tersebut membuahkan hasil. Kecepatan dan kelincahan keduanya pun menyulitkan pemain belakang Roma yang sejak awal fokus menjaga Immobile dan Alberto.
Akhirnya, gol yang ditunggu Lazio tiba. Diawali oleh handball Kostas Manolas di dalam kotak penalti, Immobile, yang menjadi eksekutor penalti Lazio, melepaskan sepakan ke pojok kanan gawang Allison Becker.
Skor 2-1 untuk keunggulan Roma menjadi akhir laga ini. Dengan kemenangan ini, Roma menempati posisi ketiga Serie A musim ini, dengan 30 poin dari 12 pertandingan. Selain itu, kemenangan ini juga mengakhiri rekor sembilan kemenangan beruntun Lazio dari sembilan laga di semua ajang.
