Mengenal Felix Brych, Wasit Final Liga Champions 2017

Final Liga Champions 2017 tinggal dalam hitungan hari. Segala persiapan pun telah dilakukan, baik itu oleh UEFA sebagai penyelenggara, Kota Cardiff sebagai tuan rumah, maupun Juventus dan Real Madrid selaku finalis.
Bagi UEFA dan Kota Cardiff, tentunya persiapan yang mereka lakukan sudah dimulai sejak jauh-jauh hari. Pada 12 Mei 2017 lalu, UEFA pun telah mengumumkan nama wasit yang dipercaya untuk memimpin laga final nanti.
Namanya Felix Brych, seorang wasit 41 tahun kelahiran Muenchen, Jerman. Nantinya, dia bakal didampingi oleh Mark Brosch dan Stefan Lupp (keduanya dari Jerman) sebagai hakim garis serta Milorad Mažić (Serbia) sebagai ofisial keempat.
[Baca Juga: Stadion Millennium: Kemegahan, Sejarah, dan Mitos]
Lalu, siapakah sebenarnya Brych? Apa saja hal-hal penting yang pernah dialaminya dalam karier sebagai wasit?
Well, di usianya yang ke-41 sekarang, Brych tentunya merupakan sosok wasit berpengalaman, mengingat batas usia seorang wasit di kancah internasional adalah 45 tahun. Brych sendiri memulai karier profesionalnya sebagai wasit pada tahun 1999, setelah sebelumnya berkelana di sepak bola amatir.
Setelah dua tahun menimba pengalaman di laga-laga divisi bawah Jerman, Brych menerima promosi ke Bundesliga 2 sebelum benar-benar dipercaya memimpin laga-laga Bundesliga 1 atau sepak bola level tertinggi Jerman pada tahun 2004. Tiga tahun berselang, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengacara ini diangkat menjadi wasit FIFA. Artinya, sampai tahun ini, Brych sudah mewasiti laga-laga level tertinggi selama satu dekade.
Adapun, laga Liga Champions pertama yang dipimpinnya adalah laga Grup D Liga Champions 2009 antara Liverpool dan PSV Eindhoven. Setahun sebelumnya, dia telah dipercaya memimpin laga-laga di Liga Europa.
Salah satu pertandingan Liga Champions terpenting yang dipimpinnya adalah pertandingan semifinal musim 2011/12 antara Chelsea dan Barcelona. Laga itu sendiri berakhir dengan kelolosan The Blues yang akhirnya keluar sebagai juara.
Final Liga Champions tahun ini sebenarnya bukanlah laga final pertama Brych. Pada tahun 2014 lalu, dia dipercaya untuk mewasiti laga final Liga Europa antara Sevilla dan Benfica. Menariknya, final yang dimenangi Sevilla 4-2 lewat adu penalti tersebut dilangsungkan di Juventus Stadium.
Sebelumnya, pada tahun 2010, Brych juga pernah memimpin laga final Piala Mesir di Cairo International Stadium antara Harras El Hodoud dan Al Ahly. Laga itu sendiri akhirnya dimenangi Harras, juga lewat adu penalti, dengan skor 6-5.
Musim ini, Brych sudah mewasiti lima laga Liga Champions dengan satu di antaranya merupakan laga perdelapan final antara Porto dengan Juventus. Di laga itu, dia mengusir pemain Porto, Alex Telles, akibat tekelnya terhadap Juan Cuadrado.
[Baca Juga: Melihat Kembali Duel Italia vs Spanyol di Final Liga Champions]
Namun, bukan Juventus saja yang pernah "dibantu" olehnya. Real Madrid pun demikian. Pada perempat final Liga Champions 2014/15 antara Real dan Atletico Madrid, dia pernah mengusir bintang Atletico, Arda Turan. Laga itu sendiri akhirnya dimenangi Madrid lewat gol tunggal Javier Hernandez. Oh, dan di semifinal musim itu, Real Madrid disingkirkan oleh -- siapa lagi kalau bukan -- Juventus.

Hidup Felix Brych sendiri tampaknya memang betul-betul didedikasikan untuk sepak bola dan olahraga. Pasalnya, meski berprofesi sebagai pengacara, dalam disertasi doktoralnya, dia menulis tentang hukum olahraga. Selain itu, ketika tidak sedang menjadi wasit atau pengacara, dia menghabiskan waktunya bermain untuk klub amatir SV AM Hart Muenchen.
[Baca Juga: Menghitung Hadiah Uang yang Didapat Pemenang Liga Champions]
Menurut catatan Transfermarkt, musim ini Brych sudah memimpin 35 pertandingan. Rinciannya: 18 kali dia memimpin laga Bundesliga 1, dua kali di Kualifikasi Piala Dunia, lima kali di Liga Champions, satu di Kualifikasi Liga Champions, empat laga Bundesliga 2, satu laga Liga Europa, satu pertandingan Liga 3 Jerman, dua pertandingan DFB Pokal, serta sekali menjadi wasit tamu di Liga Arab Saudi.
Dari 35 laga itu, dia sudah mengeluarkan 154 kartu kuning, dan enam kartu merah. Selain itu, dia juga telah memberi penalti sebanyak 20 kali.
Nah, begitulah kira-kira gambaran sosok wasit yang akan memimpin final Liga Champions nanti. Kalau Anda merupakan penggemar cocoklogi, silakan kait-kaitkan sendiri catatan Brych dengan final tahun ini.
