Mengingat Kembali Momen-momen Bersejarah Derby della Madonnina

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Derby Milan tahun 2005. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Derby Milan tahun 2005. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)

Pertandingan antara tim sekota memang sering kali menghasilkan pertandingan yang panas dan Derby della Madonnina yang mempertemukan Internazionale dengan Milan tentu tidak masuk pengecualian. Di sini, ditentukanlah siapa yang berhak menjadi penguasa kota Milan, meski hanya untuk satu hari.

Dalam sejarahnya, kedua tim sudah pernah bertemu 218 kali di mana 77 di antaranya dimenangi oleh Inter. Sementara, Milan mengekor dengan 75 kemenangan dan sisanya berakhir imbang.

Dari sana, sudah tak terhitung berapa momen menarik yang pernah tercipta. Di sini, kami memilihkan lima di antaranya.

1) Derby di Semifinal Liga Champions

Inter tersingkir di tangan Milan. (Foto: AFP/Paolo Cocco)
zoom-in-whitePerbesar
Inter tersingkir di tangan Milan. (Foto: AFP/Paolo Cocco)

Ada tiga tim Italia yang masuk ke dalam babak semifinal Liga Champions musim 2002/03 ini. Ketiga tim tersebut ialah Inter, Milan, dan Juventus. Sementara, satu tim lainnya adalah wakil Spanyol, Real Madrid.

Menjadi menarik karena undian mengharuskan Inter untuk berhadapan dengan Milan dalam pertandingan dua leg. Leg pertama yang dihelat pada 7 Mei 2003, Milan didapuk menjadi tuan rumah dan di situ, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Pada leg kedua giliran Inter yang menjadi tuan rumah. Di sini, Milan bermain cukup baik. Bahkan, mereka unggul lebih dahulu melalui kaki Andriy Shevchenko pada akhir babak pertama.

Inter pun sebenarnya bisa membalas di menit ke-84 melalui Obafemi Martins, namun gol ini tidak membantu karena dengan skor 1-1, Milan unggul dalam agresivitas gol tandang.

Di final, Milan bertemu Juventus dan tim merah-hitam itu pun keluar sebagai juara usai menaklukan Juventus melalui drama adu penalti.

2) Inter Hancurkan Milan

Diego Milito melakukan selebrasi. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)
zoom-in-whitePerbesar
Diego Milito melakukan selebrasi. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)

Musim 2009/10 adalah puncak kejayaan dari Inter Milan. Pada tahun tersebut, Nerazzurri berhasil meraih semua kompteisi yang dijalani.

Bersama Jose Mourinho, Inter sangat menggila musim tersebut. Sampai-sampai sang rival sekota dibantai empat gol tanpa balas.

Pertandingan ini terjadi pada 29 Agustus 2009. Saat itu, Milan bertindak sebagai tuan rumah. Milan yang saat itu dinakhodai Leonardo tampil dengan Ronaldinho, Alexandre Pato, dan Marco Boriello di lini depan. Sementara, Inter memasang duet Samuel Eto'o dan Diego Milito sebagai duet ujung tombak.

Thiago Motta membuat Inter unggul di menit ke-29 melalui sepakan melengkungnya. Tujuh menit berselang, giliran Milito yang membobol gawang Milan yang dikawal Marco Storari. Pemain asal Argentina ini berhasil mencetak gol melalui titik penalti setelah Gennaro Gattuso menjatuhkan Eto'o di kotak penalti.

Babak kedua Inter makin menggila. Maicon membuat skor menjadi 3-0 memanfaatkan umpan Milito. Dejan Stankovic menutup kemenangan Inter usai sepakannya di menit ke-70 gagal dijangkau Storari.

3) Inter Kalah Walk-Out

Petasan yang dilempar ke arah Dida. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)
zoom-in-whitePerbesar
Petasan yang dilempar ke arah Dida. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)

Kejadian ini terjadi pada perempat final Liga Champions musim 2004/05, tepatnya pada leg kedua di mana Inter bertindak sebagai tuan rumah. Sebelumnya di leg pertama, Inter harus mengakui keunggulan 2-0 Milan melalui gol Shevchenko dan Jaap Stam.

Leg kedua pun dijadwalkan pada tanggal 12 April 2005 dan Inter harus mencetak tiga gol bila ingin lolos ke babak semifinal. Apesnya, mereka justru kebobolan di menit ke-30 melalui aksi Shevchenko.

Inter sebenarnya mampu mencetak gol melalui Esteban Cambiasso, namun gol tersebut dianulir lantaran pemain Argentina itu berada dalam posisi offside.

Pendukung Inter yang memadati Giuseppe Meazza tidak terima. Keributan pun pecah akibat keputusan wasit Markus Merk kala itu. Petasan dinyalakan dan dilempar ke dalam lapangan.

Lemparan petasan itu pun mengenai kepala penjaga gawang Milan, Nelson Dida. Kerusuhan yang tidak kunjung berhenti membuat wasit terpaksa menghentikan pertandingan dan memberikan kemenangan 3-0 untuk Milan.

4) Provokasi Julio Cesar kepada Zlatan Ibrahimovic

Provokasi dilakukan Julio Cesar (Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Provokasi dilakukan Julio Cesar (Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP)

Masih ingat dalam benak kita saat Inter menghadapi AC Milan 6 Mei 2012 lalu. Saat itu ada psywar yang dilakukan kiper Inter, Julio Cesar, kepada Zlatan Ibrahimovic. Kebetulan, kedua pemain itu sempat bermain bersama sebelumnya di Inter.

Psywar ini terjadi sebelum tendangan penalti. Penalti sendiri diberikan usai Cesar menjatuhkan Kevin Prince Boateng di kotak terlarang. Ibra pun ditunjuk sebagai algojo.

Sebelum Ibra mengeksekusi, Julio Cesar berlagak tengil untuk mengganggu konsentrasi Ibrahimovic. Juluran lidah sampai adu argumen jadi senjata Cesar untuk meruntuhkan mental Ibra.

Tetapi, Ibra memang bukan pemain biasa. Sepakannya mampu mengecoh Cesar dan pemain asal Swedia ini pun berselebrasi dengan menunjuk-nunjuk mantan rekan setimnya itu.

5. Gol Tercepat dalam Derby della Madonnina

video youtube embed

Kejadian ini terjadi pada Februari 1963. Hanya butuh waktu 13 detik untuk bintang Inter, Sandro Mazzola, untuk membobol gawang Milan saat itu.

Sampai saat ini, gol dari Mazzola tersebut menjadi gol tercepat yang pernah terjadi dalam derby antara kedua tim. Meski begitu, gol dari Mazzola ini tidak dapat membantu Inter menang karena pertandingan berakhir dengan skor 1-1.